Pantau Terus, Ini 7 Bantuan Pemerintah yang Mengalir Hingga Juni 2021

  • Bagikan
Pantau Terus, Ini 7 Bantuan Pemerintah yang Mengalir Hingga Juni 2021
Ilustrasi Uang/Istimewa

IDTODAY.CO – Apabila anda terdaftar sebagai penerima salah satu bantuan pemerintah, ada baiknya untuk terus melakukan pemantauan secara kontinyu terhadap beberapa bantuan yang masih berlanjut hingga saat ini.

Tidak ada ada 6 bantuan yang masih terus diberikan oleh pemerintah sebagai bentuk subsidi dan upaya peningkatan perekonomian masyarakat di saat pandemi covid 19.

Yaitu, BST, Bansos Sembako, Kartu Prakerja gelombang 17, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM, PKH, subsidi listrik, dan KJP Plus.

Adapun bantuan bantuan tersebut disalurkan melalui beberapa Kementerian sesuai dengan tupoksi dan kebijakan yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Misalnya, bantuan sosial non tunai (BSNT) atau lebih dikenal dengan bansos sembako dan juga bantuan sosial tunai (BST) senilai Rp300 ribu juga oleh Kemensos. Subsidi listrik melalui PT PLN. Khusus di DKI Jakarta, bantuan KJP Plus disalurkan oleh Pemprov DKI melalui Bank DKI.

Sedangkan BPUM atau bantuan langsung tunai usaha mikro kecil menengah (BLT UMKM) dikucurkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM, sedangkan BST dan PKH oleh Kementerian Sosial.

Berikut ini beberapa bantuan yang akan cair pada Juni 2021 yang dikutip dari Ayojakarta:

  1. BANTUAN SOSIAL TUNAI (BST)
Baca Juga:  Anda Penerima BLT UMKM Rp 1,2 Juta di Bank BRI atau BNI,? Siapkan Nomor KTP Dan Cek Link Ini..

BST yang disalurkan Kemensos diperpanjang sampai dengan Juni 2021. Ada perubahan kebijakan yang dilakukan pemerintah terkait dengan penerima yang ternyata telah meninggal dunia.

Para calon penerima BST Rp300 ribu dapat mengecek daftar penerima melalui laman yang sudah ditentukan yaitu https://cekbansos.kemensos.go.id/.

Untuk penyaluran BST Kemensos senilai Rp300 ribu untuk Mei dan Juni 2021, ahli waris penerima yang meninggal dapat mencairkan bantuan tersebut. Pada penyaluran periode sebelumnya hal itu tidak bisa dilakukan.

Kepala Bidang Perlindungan Sosial Keluarga dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Bogor Sumartini mengatakan ahli waris bisa menerima BST Kemensos Rp300 ribu pada Mei dan Juni diputuskan pemerintah berdasarkan hasil evaluasi pendistribusian pada April

Dasar pemikiran ahli waris bisa mencairkan BST Kemensos Rp300 ribu pada Mei dan Juni adalah keluarga yang ditinggalkan tetap memerlukan bantuan tersebut.

“Kalau periode April kemarin, saat penerima BST Kemensos Rp300 meninggal dunia secara otomatis bantuan ini akan kembali ke kas negara. Nah kalau periode Mei hingga Juni ini bisa diwakilkan oleh ahli warisnya, karena beberapa pertimbangan. Tapi tetap ada syaratnya,” katanya kepada Ayojakarta, Jumat 21 Mei 2021.

Setidaknya ada beberapa syarat yang mesti dilakukan dan dipenuhi oleh ahli waris, saat hendak melakukan pencarian BST Kemensos Rp300 ribu. Mulai dari melampirkan KTP penerima yang meninggal dunia hingga melampirkan Kartu Keluarga (KK).

Baca Juga:  Yuk Klaim BLT Dana Desa 3,6 Juta, Simak Penjelasannya!

“Jadi saat pencairan, minimal ahli waris ini harus berada dalam satu KK dengan penerima yang meninggal duni. Serta melampirkan KTP penerima, sebagai bukti kalau ia betul-betul berstatus sebagai penerima BST Kemensos Rp300,” ujarnya

  1. Kartu Prakerja

Demikian pula, Kartu Prakerja disebut-sebut akan membuka gelombang 17 pada pekan ini. Nah, kalian yang kerap kali gagal lolos seleksi pendaftaran, coba deh pelajari cara unduh atau upload KTP dengan benar. Pasalnya, hal itu yang sering jadi penyebab pendaftar tidak lolos seleksi.

Informasi kemungkinan Kartu Prakerja gelombang 17 dibuka pekan ini diperoleh didapat Ayojakarta, jaringan Ayo Media Network, dari sumber yang terkait dengan pelaksanaan program pemerintah itu.

“Ada kemungkinan minggu ini… Tunggu saja infonya,” ujar sumber, Rabu 2 Juni 2021.

Ayojakarta kemudian menanyakan langsung kepada Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu. “Akan segera kami kabari ya,” ujar Louisa singkat kepada Ayojakarta, Rabu 2 Juni 2021.

Sementara itu, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja sempat mengungkapkan salah satu yang kerap membuat gagal calon peserta dalam seleksi adalah terkati dengan unggahan foto KTP.

Baca Juga:  Kapan sih Kartu Prakerja Gelombang 14 Dibuka? Penasaran ya? Yuk Simak Berita Ini

Lalu, bagaimanakah cara untuk mengunggah KTP di laman Kartu Prakerja yang baik dan benar? Berikut Ayojakarta rangkum tipsnya:

  1. Foto KTP dengan pencahayaan yang cukup (tidak ada bayangan yang tertangkap kamera)
  2. Potong file foto KTP dengan menyisakan bagian atas, bawah, kanan, kiri (agar diperlihatkan sisi dari tempat mengambil foto)
  3. Sesuaikan ukuran file foto KTP dengan yang ditentukan
  4. Jika ukuran file foto KTP lebih besar, agar mengubah ukuran terlebih dahulu (compress foto).

Berikut Ayojakarta rangkum cara mendaftar Kartu Prakerja :

  • Masuk ke laman prakerja.go.id
  • Masukkan nama lengkap, alamat e-mail, dan kata sandi
  • Cek email masuk dari Kartu Prakerja untuk aktivasi. Setelah itu, kembali ke laman prakerja.go.id
  • Masukkan e-mail dan kata sandi yang baru dibuat
  • Masukkan nomor KTP dan tanggal lahir
  • Klik tombol ‘berikutnya’
  • Isi data diri di form pengisian (nama lengkap, alamat e-mail, alamat tempat tinggal, alamat domisili, pendidikan, status kebekerjaan, foto KTP, lalu klik ‘berikutnya’
  • Masukkan nomor telepon dan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS oleh pihak Prakerja
  • Mengisi tes motivasi selama 1 menit
  • Tunggu email pemberitahuan setelah tes selesai dikerjakan
  • Jika sudah mendapat e-mail pemberitahuan, kembali ke laman prakerja.go.id, dan klik pada tulisan ‘gabung ke gelombang 17’ (jika sudah di buka).
Baca Juga:  BLT UMKM Rp1,2 Juta Siap Dikucurkan, Bisa Cek Online Melalui BRI dan BNI

Lalu, bagaimana cara bagi yang gagal di 2020 dan ingin kembali mendaftarkan diri di Kartu Prakerja tahun 2021? Berikut tata cara bagi peserta yang akan daftar kembali namun sudah mempunyai akun prakerja:

  • Masuk ke laman prakerja.go.id
  • Masukkan email dan kata sandi yang sudah dibuat sebelumnya
  • Menuju ke laman dashboard di profile Prakerja masing-masing
  • Peserta dapat langsung klik ‘gelombang 17’ (jika sudah di buka)

Sambil menunggu pengumuman resmi kapan Kartu Prakerja gelombang 17 dibuka, ada baiknya kalian yang berminat mendaftar memantau terus media sosial Instagram program tersebut yakni prakerja.go.id.

  1. BPUM atau BLT UMKM

Pemerintah masih membuka pendaftaran penerima banpres produktif usaha mikro atau BPUM, kerap disebut bantuan langsung tunai usaha mikro kecil menengah (BLT UMKM) via BRI dan Bank BNI tahap 2 tahun 2021 sampai dengan 28 Juni 2021.

Bagi Anda yang pernah mendaftar, silakan cek di laman milik Bank BRI dan Bank BNI apakah termasuk sebagai penerima BPUM atau BLT UMKM untuk periode Mei dan bulan selanjutnya pada 2021. BLT atau banpres produktif usaha mikro akan dilanjutkan sampai dengan kuarta III tahun 2021.

Baca Juga:  Siapkan KTP, BST Kemensos Rp 300 Ribu Cair Juni 2021

Anda dapat melakukan pengecekan apakan termasuk sebagai penerima BLT UMKM 2021 via BRI atau tidak melalui link eform.bri.co.id melalui ponsel, komputer, atau laptop dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini. Khusus untuk penerima melalui BNI, Anda bisa mengakses laman https://banpresbpum.id.

  1. Bansos Sembako

Bantuan Pangan NonTunai atau lebih dikenal dengan bansos sembako memang sudah dirancang pemerintah berlangsung sampai dengan Desember 2021. Sampai dengan saat ini, sebanyak 18,8 juta orang tercatat sebagai penerima bantuan dengan nilai setara Rp.200.000.

  1. Program Keluarga Harapan

PKH atau Program Keluarga Harapan merupakan bantuan yang menyasar ibu hamil, anak-anak, siswa SD, SMP, hingga SMA, dan penyandang disabilitas serta orang lanjut usia. Bantuan bersyarat ini diberikan kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

Bantuan disalurkan setiap tiga bulan sekali dalam empat tahap sampai dengan akhir 2021. Penyaluran PKH melalui bank anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) yaitu BNI, BRI, Bank Mandiri, dan BTN.

Bagi warga miskin yang sudah dinyatakan terdaftar sebagai penerima PKH oleh verifikator, rumah tempat tinggal penerima akan ditempeli stiker yang menunjukan penghuni rumah berhak mendapatkan bantuan.

Baca Juga:  Cek Penerimaan Bansos Tunai 300 Ribu Di dtks.kemensos.go.id denga NIK atau KIS

Bantuan komponen diberikan maksimal untuk 4 jiwa dalam satu keluarga. Untuk mengecek apakah Anda termasuk penerima bantuan PKH, dapat melalui laman cekbansos.kemensos.go.id.

  1. Subsidi Listrik

Pemerintah kembali memperpanjang pemberian subsidi tarif listrik PLN kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.  Masa perpanjangan itu berlaku sejak April hingga Juni 2021.

Berdasarkan surat dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), besaran subsidi pada periode April hingga Juni 2021 yakni separuh dari periode sebelumnya, sehingga besaran subsidi yang akan diterima adalah sebagai berikut:

  1. Rumah Tangga Daya 450 VA (R1/450 VA) – diskon 50%.
  2. Bisnis Kecil Daya 450 BA (B1/450 VA) – diskon 50%.
  3. Industri Kecil Daya 450 VA (I1/450 VA) – diskon 50%.
  4. Rumah Tangga Daya 450 VA bersubsidi (R1/900 VA) – diskon 25%.

Berbeda denan periode sebelumnya di mana pelanggan harus mengakses token gratis untuk mendapatkan subsidi tarif listrik, maka kali ini hal itu tidak lagi perlu dilakukan. Pelanggan akan menerima subsidi sebesar yang telah ditentukan berdasarkan golongannya, secara otomatis.

Baca Juga:  Indahnya Ramadhan, Pemerintah Salurkan Bantuan Senilai Rp 1,2 Juta, Yuk Simak Syarat dan Ketentuannya!

Bagi pelanggan yang menggunakan listrik reguler atau pascabayar, maka diskon akan langsung dimasukkan saat melakukan pembayaran rekening listrik. Sementara bagi pelanggan prabayar, diskon akan otomatis diberikan saat melakukan pembelian token.

  1. KJP PLUS

Bantuan KJP Plus merupkan program yang disalurkan setiap bulan oleh Pemprov DKI Jakarta. Awalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencanangkan penyaluran bantuan tersebut akan dilakukan setiap tanggal 5 bulan berjalan.

Rencana tersebut berjalan pada periode Januari—April 2021. Namun, penyaluran KJP Plus yang kini memasuki tahap 1 tahun 2021 untuk Mei baru bisa dilakukan 11 Mei 2021.

Nah, kamu warga DKI Jakarta juga dapat memeriksa status penerimaan KJP dengan cara sebagai berikut:

  1. Akses kjp.jakarta.go.id/kjp2/public/cekStatusPenerima.php
  2. Kemudian masukan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  3. Pilih tahun status KJP yang ingin dicek.
  4. Pilih tahap.
  5. Klik tombol “Cek”.

Setelah itu, akan terlihat status KJP sesuai dengan tahun dan tahap yang telah dipilih. Jika mengalami kendala terkait KJP Plus, kamu dapat mengakses layanan berikut:

  • kjp.jakarta.go.id/kjp2/public/listPengaduanKJP.php

  • kjp.jakarta.go.id/kjp2/public/formHubungiKami.php

  • Untuk informasi lebih lanjut tentang pencairan KJP Plus, dapat melihat di media sosial Instagram @disdikdki, @upt.p4op, dan @jakone.mobile

Baca Juga: Yamaha NMAX “Edisi Spesial”, Berkendara Sehat Tanpa Takut Tilang

  • Bagikan