Anggota Komisi IX DPR Nilai Dibukanya Mall Belum Mendesak Kecuali untuk Pangan dan Kesehatan

Gedung Summarecon Mall Bekasi di Kota Bekasi. (Foto: Dok. Summarecon Mall Bekasi)
Gedung Summarecon Mall Bekasi di Kota Bekasi. (Foto: Dok. Summarecon Mall Bekasi)

IDTODAY.CO – Jokowi dijadwalkan mengunjungi Mal Summarecon Bekasi untuk menilai penerapan prosedur new normal di sarana publik dan perniagaan. Menyikapi hal itu, anggota Komisi IX DPR Sri Wulan menilai saat ini mal belum perlu dibuka secara keseluruhan.

“Menurut saya belum (mendesak) kecuali mal-nya itu yang bagian logistik. Kalau dengan dibukanya mal, kan bukan sesuatu yang mendesak, kecuali kebutuhan bahan pokoknya. Kalau itu iya, pasti, tapi kalau pembukaan secara keseluruhan harus di ini (pertimbangkan) deh,” ucap Wulan saat dimintai tanggapan, Selasa (26/5). Sebagaimana dikutip dari kumparan (26/05/2020).

Saat ini, menurut Wulan, yang terpenting untuk di buka adalah sektor obat-obatan dan pangan. Adapun bagian lainnya, seperti toko baju misalnya, belum perlu dibuka selama pandemi COVID-19 masih belum bisa ditangani.

“Pokoknya untuk kesehatan, apoteklah terus sama logistik, itu oke. Selebihnya belakanganlah. Karena sekarang kebutuhan baju, atau apa pun itu atau kebutuhan sekunder yang lain kan bisa kita tunda dulu. Tapi obat, makan, enggak mungkin,” sebut Politikus NasDem itu.

Selain itu, Wulan juga memberi komentar terkait dengan rencana pengerahan aparat TNI-Polri untuk memastikan kepatuhan masyarakat saat penerapan new normal. Menurut Wulan, aparat tak boleh terkesan menakuti masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah untuk bisa bertahan hidup.

Baca Juga:  Indonesia Seperti Kecanduan Utang

“Sebenarnya bagus dan tidak bagus menurut saya. Tujuannya biar tertib, tetapi jangan juga menakuti. Kan masyarakat kita juga ada yang parno. Seperti tadi, saya lihat (ada anggapan) oke kalian ada di rumah, ada protes kan, kalau yang enggak punya pekerjaan tetap, mereka mau makan apa. Wajar mereka mengatakan seperti itu,” kata Legislator dapil Jateng itu.

Rencananya pemerinta akan memulai menerapka new normal pada Juli 2020. Nantinya masyarakat diharapkan bisa beraktivitas normal di tengah pandemi COVID-19 dengan wajib mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Jokowi dijadwalkan mengunjungi Mal Summarecon Bekasi untuk menilai penerapan prosedur new normal di sarana publik dan perniagaan. Menyikapi hal itu, anggota Komisi IX DPR Sri Wulan menilai saat ini mal belum perlu dibuka secara keseluruhan.

“Menurut saya belum (mendesak) kecuali mal-nya itu yang bagian logistik. Kalau dengan dibukanya mal, kan bukan sesuatu yang mendesak, kecuali kebutuhan bahan pokoknya. Kalau itu iya, pasti, tapi kalau pembukaan secara keseluruhan harus di ini (pertimbangkan) deh,” ucap Wulan saat dimintai tanggapan, Selasa (26/5). Sebagaimana dikutip dari kumparan (26/05/2020).

Baca Juga:  Tanggapan Singkat Ahok Pertamina Rugi Rp 3.350 per Liter dari Pertalite

Saat ini, menurut Wulan, yang terpenting untuk di buka adalah sektor obat-obatan dan pangan. Adapun bagian lainnya, seperti toko baju misalnya, belum perlu dibuka selama pandemi COVID-19 masih belum bisa ditangani.

“Pokoknya untuk kesehatan, apoteklah terus sama logistik, itu oke. Selebihnya belakanganlah. Karena sekarang kebutuhan baju, atau apa pun itu atau kebutuhan sekunder yang lain kan bisa kita tunda dulu. Tapi obat, makan, enggak mungkin,” sebut Politikus NasDem itu.

Selain itu, Wulan juga memberi komentar terkait dengan rencana pengerahan aparat TNI-Polri untuk memastikan kepatuhan masyarakat saat penerapan new normal. Menurut Wulan, aparat tak boleh terkesan menakuti masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah untuk bisa bertahan hidup.

“Sebenarnya bagus dan tidak bagus menurut saya. Tujuannya biar tertib, tetapi jangan juga menakuti. Kan masyarakat kita juga ada yang parno. Seperti tadi, saya lihat (ada anggapan) oke kalian ada di rumah, ada protes kan, kalau yang enggak punya pekerjaan tetap, mereka mau makan apa. Wajar mereka mengatakan seperti itu,” kata Legislator dapil Jateng itu.

Baca Juga:  Ada Pinjaman Digital BRI Hingga Rp 50 juta, Yuk Cepetan Ambil!

Rencananya pemerinta akan memulai menerapka new normal pada Juli 2020. Nantinya masyarakat diharapkan bisa beraktivitas normal di tengah pandemi COVID-19 dengan wajib mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Sebenarnya indikator yang menjadi pertimbangan dalam menetapkan protokol hidup new normal di tengah corona merujuk pada standar WHO. Dalam hal ini ada 3 indikator yaitu angka tingkat penularan corona di bawah satu, sistem kesehatan untuk pelayanan COVID-19 memadai, dan kapasitas tes mencapai 10 ribu-12 ribu per hari.

Sebenarnya indikator yang menjadi pertimbangan dalam menetapkan protokol hidup new normal di tengah corona merujuk pada standar WHO. Dalam hal ini ada 3 indikator yaitu angka tingkat penularan corona di bawah satu, sistem kesehatan untuk pelayanan COVID-19 memadai, dan kapasitas tes mencapai 10 ribu-12 ribu per hari.[Aks]