Corona Memangkas Pendapatan Tukang Pangkas

Coronapun Memangkas Pendapatan Tukang Pangkas
Ilustrasi (Foto: sarolangunnews.com)

IDTODAY.CO – Wabah virus Corona tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan, melainkan juga berdampak pada pelaku ekonomi. Banyak pelaku ekonomi yang mengakui bahwa pendapatannya berkurang akibat virus Corona. Sebut saja di Medan yang turut terkena  dampak adalah para tukang pangkas (potong rambut). Para tukang pangkas ini bercerita kalau pendapatan mereka turut terpangkas gara-gara Corona.

Salah satunya adalah Armal yang menjadi tukang pangkas di jalan Bromo. Ia mengatakan bahwa pendapatannya berkurang hingga 50 persen sejak corona merebak. Dia mengatakan orang-orang takut untuk pangkas.

Baca Juga:  Aktivis 98 Sebut Sensus Perasaan 2020: 98 % Warga tak Percaya Pemerintahan Jokowi

“Berpengaruh lah Corona ini. Banyak yang nggak mau pangkas dulu kan. Sekitar 50 persen gitu udah berkurang,” tutur Armal, Rabu (15/4). Sebagaimana dikutip dari detik.com (15/04/2020).

Armal mengatakan bahwa akibat penurunan tersebut, banyak sesama rekannya dengan profesi yang sama berhenti untuk sementara. Dia berharap pandemi Corona segera berakhir.

“Kami di sini harusnya ada tiga tukang pangkas. Karena pendapatnya menurun, yang dua lagi nggak masuk. Kita cuma berharap supaya virus Corona ini cepat selesai,” ujarnya.

Baca Juga:  Kembali Kritik Jokowi, SBY: Kekuasaan Itu Bukan untuk Menakut-nakuti Rakyat!

Hendra, dengan profesi sebagai tukang pangkas juga mengatakan bahwa pelanggannya juga berkurang. Dia mengatakan saat ini bisa melayani 10 orang saja sudah syukur.

“Terasa kali pun. Biasanya 10 sampai 15 (pelanggan). Sekarang untuk 10 juga susah,” kata Hendra.

Hendra mengaku pelanggannya tidak datang disamping karena tamu Corona, mereka juga dipicu informasi yang kurang tepat soal Corona.

“Ada yang bilang takut pangkas kan. Di FB (Facebook) juga ku lihat ada yang mangkas pakai kayu gitu. Kalau harapan ya pasti supaya cepat selesai aja. Supaya kembali normal,” jelasnya.[Aks]

Baca Juga:  Achmad Yurianto: Terkait Corona, Banyak RS Utamakan Bisnis Daripada Sosial