Darurat Corona, Pengusaha Minta Pemerintah Bantu Bayar Gaji Karyawan

Perkantoran
Ilustrasi (Foto: Head Topics)

IDTODAY.CO – Dampak besar yang diakibatkan penyebaran virus Corona di Indonesia mulai dirasakan  semua sektor. Selain sektor kesehatan, sektor ekonomi menjadi yang paling merasakan dampak signifikan dari penyebaran virus ganas tersebut

Hal itu diakibatkan kebijakan pemerintah terkait minimalisasi kontak dengan cara penutupan  tempat keramaian, termasuk di antaranya tempat perniagaan seperti pasar dan mall.

Bacaan Lainnya

Selama beberapa hari kebijakan itu di jalankan, nampaknya sudah banyak pengusaha h&m perusahaan yang mulai merasakan dampak yang begitu besar dan berpotensi mengguncang perekonomian Indonesia.

Untuk mengantisipasi si semakin memburuknya keadaan dan ancaman gulung tikar pada sektor pengusaha retel, Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) berharap pemerintah membantu untuk menggaji karyawan.

Pasalnya, akibat kebijakan tersebut, tempat perbelanjaan menjadi sepi pengunjung dan pengusaha  tidak punya pendapatan untuk memberi gaji.

“Sekarang kami hanya bisa minta bantuan ke pemerintah. Kami tidak akan mampu bertahan kalau pemerintah tidak membantu kami segera. Harus ada bantuan pemerintah pusat untuk kami membayar karyawannya saja. Pengusahanya sih nggak papa, karyawannya ini bagaimana,” ucap Budi sebagaimana dikutip dari Detik.com (22/3/2020).

Budi Budi berseloroh, kondisi mall dan salon yang ada di Jakarta mengalami penurunan atau bahkan tidak ada omset sama sekali akibat tidak ada pembeli yang berkunjung.

“Salon rambut tidak ada yang motong tapi tetap buka. Toko baju ada juga yang Rp 80.000 (pendapatan per hari) itu bisa dibilang sudah nggak ada omzet deh. Salon tuh yang paling kasihan,” lanjutnya.

Kondisi perekonomian yang sedang labil akibat kasus Corona, semakin diperparah dengan desakan “kewajiban” yang harus ditunaikan pengusaha terhadap karyawan seperti THR misalnya.

“Kami mengerti kondisinya (virus corona), tapi kami sedang mengalami tekanan berat bagaimana THR? sebentar lagi Lebaran kami sudah bingung. Sedangkan unit di luar kota juga sudah mulai sepi. Kalau kemarin-kemarin masih stabil, sekarang di luar kota juga Jawa Barat, Tangerang sudah mulai berasa. Nah kalau sudah mulai sepi semua peritel nggak ada dana untuk membayar karyawan dan THR,” tambahnya.

Kondisi yang terjadi pada pengusaha mal masih mendingan daripada yang dihadapi pengusaha salon. “Memang penjualan online sudah kami usahakan, hanya belum bisa mencapai sebanyak yang seperti orang datang ke mal. Orang mau nyalon kan nggak mungkin online,” imbuhnya.(detik/br)

Pos terkait