Inilah Pernyataan Sri Mulyani Soal Ekonomi RI Minus 5,3%

Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika melantik pejabat eselon II, III, dan IV Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (29/11/2019).(Foto: KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA)

IDTODAY.CO – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan signifikan dari pada periode yang sama tahun 2019. Tepatnya, ekonomi Indonesia minus 5,32% pada kuartal II-2020.

“Kita baru saja mendengar dari BPS bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II alami kontraksi sebesar -5,32% ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu kuartal II kita mampu mencatatkan 5,05%,” kata Sri Mulyani, saat video conference bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) hasil rapat berkala kuartal II-2020, sebagaimana dikutip dari Detik.com, Rabu (5/8/2020).

Bacaan Lainnya

Bahkan, menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, perlambatan ekonomi tersebut sudah terasa sejak kuartal I-2020 yang terdampak melambatnya ekonomi China sebagai mitra dagang utama Indonesia.

Sedangkan perlambatan ekonomi pada kuartal II-2020, diakibatkan masifnya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah.

Namun demikian, Sri Mulyani berharap ekonomi Indonesia akan kembali normal pada kuartal III-2020.

“Kita bersama-sama terus formulasi dan desain kebijakan dan meminimalkan negatif dari pandemi terhadap kegiatan ekonomi dan sektor keuangan dan bersama-sama memformulasikan kebijakan apabila dibutuhkan pengubahan seiring yang terjadi di ekonomi dan sektor keuangan,” tegasnya.[detik/brz/nu]

Pos terkait