Kamar Dagang Indonesia: Pengangguran Karena Covid-19 Bukan 3 Juta, Lebih 10 Juta

Wakil Ketua Umum Kadin Suryani SF Motik (Foto: Tribunnews)

KAMAR Dagang Indonesia (Kadin) menyebut bahwa angka pengangguran telah meningkat cukup tinggi selama pandemi covid-19. Hal itu dikarenakan terganggunya aktivitas perekonomian di Indonesia karena adanya sejumlah pembatasan.

Wakil Ketua Umum Kadin Suryani SF Motik menuturkan, berdasarkan data Kadin, tercatat jumlah pengangguran sudah bertambah lebih dari 10 juta orang selama pandemi covid-19.

“Data unemployment dari pemerintah, per hari ini baru 2-3 juta orang. Kenyataanya di lapangan lebih dari itu, saya yakin sudah puluhan juta,” ungkap Suryani dalam video conference, Sabtu (2/5).

Baca Juga:  Pakar Epidemiologi UI Tak Sepakat Untuk Saat Ini New Normal Diterapkan di DKI

Suryani menambahkan, penyumbang angka pengangguran baru berasal dari sektor hotel, restoran pariwisata, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Untuk sektor hotel diperkirakan terdapat sekitar 15 juta tenaga kerja dan saat ini sudah banyak hotel yang merumahkan para pegawainya.

Kamar Dagang Indonesia: Pengangguran Karena Covid-19 Bukan 3 Juta, Lebih 10 Juta
“Data 2018, UMKM jumlahnya ada 61 juta, kalau rata-rata memperkerjakan 1-2 orang, berapa besar jumlahnya,” sambungnya.

Baca Juga:  Jokowi Tetapkan Perpres Gaji Ketua Komisi Kejaksaan Rp 18 Juta/Bulan

Untuk itu, dia meminta kepada pemerintah agar dapat menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tepat sasaran kepada tenaga kerja yang terdampak pandemi covid-19.

Pasalnya, dengan tidak akuratnya data yang dimiliki pemerintah terkait jumlah tenaga kerja menyebabkan penyaluran bantuan tidak tepat sasaran.

“Kalau kebijakan pemerintah sering tidak tetap sasaran karena kita tidak punya data dengan baik, akan bahaya bagi kita,” pungkas Suryani. (OL-4)

Baca Juga:  Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyebar Pamflet Provokatif

Sumber: mediaindonesia.com