Kurangi Beban Masyarakat, Puan Maharani Apresiasi Pemerintah Batalkan Penumpang Pesawat Wajib PCR

Puan Maharani
Ketua DPR RI Puan Maharani/Net

IDTODAY.CO – Langkah pemerintah untuk mencabut kebijakan tes PCR untuk para penumpang pesawat diapresiasi banyak kalangan masyarakat tak terkecuali parlemen.

Masyarakat menyoroti kewajiban PCR karena sangat memberatkan masyarakat terlebih dalam situasi ekonomi yang sulit saat ini.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut baik keputusan pemerintah yang kini memperbolehkan penggunaan tes swab antigen sebagai syarat naik pesawat terbang di Jawa dan Bali.

Baca Juga:  Wagub Sumbar Membenarkan WNA Asal Irlandia Terkonfirmasi Positif Corona:

“Kami mengapresiasi respons pemerintah yang mendengarkan saran serta kritik dari publik mengenai syarat perjalanan udara di Jawa-Bali. Dengan memperbolehkan syarat swab antigen untuk naik pesawat, hal ini mengurangi beban masyarakat yang ingin melakukan perjalanan,” kata Puan di Jakarta, Senin (1/11).

Sebelumnya pemerintah mewajibkan syarat tes PCR bagi penumpang pesawat di Jawa-Bali dengan masa berlaku 2×24 jam, yang kemudian direvisi menjadi 3×24 jam.

Baca Juga:  Tanggapan Singkat Ahok Pertamina Rugi Rp 3.350 per Liter dari Pertalite

Sejak awal, Puan menilai tes antigen lebih efektif diterapkan sebagai syarat perjalanan.

“Tes PCR akan efisien digunakan sebagai sarana diagonasa. Untuk screening sebaiknya tes antigen saja. Apalagi berdasarkan studi, efektivitas tes antigen dalam mendeteksi virus juga sudah cukup tinggi,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

Selain itu, menurut Puan, belum semua orang bisa menjangkau tes PCR. Meski pemerintah telah menerapkan aturan penuruan biaya tes PCR, namun harganya dinilai masih tergolong cukup mahal.

Baca Juga:  Jokowi Bawa Oleh-oleh Investasi Rp 457 Triliun dari Arab, Mayoritas untuk Proyek BUMN

“Dengan mempersilakan calon penumpang memilih swab antigen atau tes PCR sebagai syarat perjalanan termasuk naik pesawat, kita memberi alternatif sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing masyarakat,” ungkap Puan.

Sumber: rmol.id