Pemerintah Bakal Terbitkan Surat Utang Terbesar & Terlama Sepanjang Sejarah RI

Pemerintah Bakal Terbitkan Surat Utang Terbesar & Terlama Sepanjang Sejarah RI
Presiden Jokowi Dan Sri Mulyani (Foto: CNBC indonesia)

IDTODAY.CO – Pemerintah Indonesia mengumumkan penerbitan Global Bond terbesar yang pernah dikeluarkan dalam sejarah berdirinya Indonesia. Diantara negara kawasan, Negara Indonesia merupakan negara pertama yang menerbitkan surat utang ini.

Dikutip dari Cnbc Indonesia (11/04/2020). Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan menerbitkan Global Bond sebesar US$ 4,3 miliar dalam 3 bentuk surat berharga global yaitu Surat Berharga Negara (SBN) seri RI1030, RI 1050, dan RI0470.

Baca Juga:  Jadi Menteri Jokowi, Mahfud MD Pusing Kebijakan Suka Tak Sinkron

Seri RI1030 memiliki tenor 10,5 tahun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2030 diterbitkan sebesar US$ 1,65 miliar dengan yield global sebesar 3,9%. Seri kedua yaitu RI1050 dengan tenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 15 Oktober 2050. Nominal yang diterbitkan juga US$ 1,65 miliar dengan yield 4,25%.

Seri ketiga adalah RI0470 dengan tenor 50 tahun, jatuh tempo 15 April tahun 2070 sebesar US$ 1 miliar dengan tingkat yield 4,5%. Seri ini merupakan global bond pertama yang diterbitkan dengan tenor 50 tahun.

Baca Juga:  Djoko Tjandra Diklaim Ada Di Indonesia, Menkumham: Datanya Tak Ada Kok!

“SBN yang ketiga dan ini adalah series baru yang belum pernah diterbitkan sebelumnya adalah RI0470. Jatuh tempo atau tenornya 50 tahun yaitu 15 April tahun 2070 sebesar 1 miliar US dollar dengan tingkat yield 4,5%,” jelas Sri Mulyani pekan lalu.

Penerbitan surat utang dengan tenor 50 tahun merupakan tenor terpanjang yang pernah dilakukan pemerintah Indonesia. Bahkan, dari Februari hingga Maret tidak ada satupun negara di Asia yang masuk ke global bond karena volatilitas dan gejolak yang besar.

Baca Juga:  Sebut Kapolri Dan Panglima TNI Diam, Tengku Zulkarnain: Ada Apa dengan Anda Semua?

USD bonds ini diterbitkan untuk menjaga pembiayaan aman sekaligus menambah cadangan devisa bagi Bank Indonesia. Pemanfaatan dari penerbitan ini sangat positif di tengah turbulensi pasar keuangan global.[Aks]