Penghapusan Premium dan Pertalite Jalan Pintas Pertamina Jadi Pedagang BBM Luar Negeri

Pertamina
Pengemudi ojek darling mengisi bahan bakar di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2020). PT. Pertamina memberikan bantuan cashback 50% kepada ojek darling hingga 12 Juli 2020 demi mereda pandemi virus corona. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

IDTODAY.CO – Mantan Sekretaris Jenderal BUMN, Muh Said Didu menyoroti rencana Pertamina yang akan menghapuskan BBM jenis premium dan pertalite.

Menurutnya, rencana tersebut apabila benar-benar terealisasi akan berdampak pada penutupan beberapa kilang minyak oleh Pertamina dan hanya akan menjual BBM yang hasil impor.

Bacaan Lainnya

hal tersebut dinilai said Didu sebagai akal-akalan Pertamina untuk melakukan penutupan kilang minyak dan beralih menjadi pedagang BBM dari luar negeri.

“Ide Dirut @pertamina utk tidak lagi menjual BBM Premium dan Petralite adalah jalan pintas utk menutup kilang milik pertamina dan murni menjadi pedagang BBM dari LN,” ungkapnya di akun Twitternya, sebagaimana dikutip dari Fajar.co.id, Selasa (1/9/2020).

Lebih lanjut, said didu meminta dengan tegas agar pengaruh dari Pertamina untuk tidak menghancurkan perusahaan pelat merah kebanggaan negara itu. Biar bagaimanapun, rencana tersebut akan sangat menyakitkan pada rakyat kecil.

“Jika tdk bisa memperbaiki BUMN – minimal jangan dirusak krn rakyat yg jadi korban,” tutupnya.

Sebelumnya  penghapusan Premium dan Pertalite kembali mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara PT Pertamina dan Komisi VII DPR RI, Senin (31/8/2020).

Rencana penyederhanaan produk bahan bakar minyak (BBM) itu mengikuti ketentuan dalam Peraturan Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 20 Tahun 2019 yang mensyaratkan standar minimal RON 91.[fajar/brz/nu]

Pos terkait