Perekonomian Anjlok, Aktivis: Rizal Ramli Saatnya Pimpin Indonesia

  • Whatsapp
Perekonomian Anjlok
Perekonomian Anjlok, Rizal Ramli Saatnya Pimpin Indonesia (Foto: BeritaSatu)

IDTODAY.CO – Kondisi perekonomian Indonesia terjun bebas akibat mewabahnya virus Corona. Nilai tukar rupiah anjlok mencapai angka Rp 16.000 perdolar AS. Kondisi tersebut melebihi saat krisis ekonomi 1998.

Kondisi tersebut diperparah dengan melonjaknya nilai utang luar negeri yang semakin melambung tinggi mencapai Rp 4.948,18 triliun pada bulan Februari kemarin.

Bacaan Lainnya

Di satu sisi, tidak ada kerja tim ekonomi yang efeknya terasa bagi pemulihan ekonomi. Bahkan di periode kedua, Presiden Joko Widodo masih konsisten menyalahkan faktor eksternal, seperti perang dagang Amerika Serikat dan China serta dampak corona sebagai alasan ekonomi lesu. Sementara di internal, pemerintahan Jokowi tidak melakukan terobosan berarti.

Ditambah lagi tidak adanya terobosan dari pemerintah yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi. Bahkan kata pengamat, sampai periode kedua ini presiden Jokowi secara konsisten tetap menyalahkan perang dagang Amerika serikat dan China dan dampak virus Corona yang melanda Indonesia sebagai biang kemerosotan ekonomi.

Adamsyah Wahab, aktivis dari Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) berharap ada pemimpin baru yang membawa terobosan untuk Indonesia. Pada kesempatan itu, Wahab menilai Rizal Ramli adalah sosok paling pas untuk menjadi pemimpin di Indonesia.

“Bang Rizal Ramli dengan segala hormat. Saatnya abang pimpin Indonesia yang mandiri. Pimpin kami Bang!” kata Wahab sebagaimana dikutip dari Rmol.id (20/3/2020).

pernyataan tersebut didasarkan pada pengalaman Rizal Ramli yang berhasil membangkitkan ekonomi Indonesia di zaman presiden Gus Dur. Pada saat itu kondisi ekonomi Indonesia naik 7% dari yang asalnya minus 3% menjadi 4,5%. Bahkan, Rizal Ramli juga berhasil menurunkan angka kemiskinan pada level 5,5 persen.

Dalam urusan keberhasilan menangani hutang luar negeri, Rizal Ramli mensiasatinya dengan melakukan barter. Sampai berhasil memangkas 4,5 miliar US Dollar hutang ke Amerika dan pada saat bersamaan mampu menaikkan perekonomian Indonesia.

Sumber: rmol.id
Editor: Bahrur Rozy

Pos terkait