Sebut Sri Mulyani Tidak Kreatif, Iwan Sumule: Tahunya Ngutang Dan Meras Rakyat!

  • Whatsapp
Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Bisnis - Abdullah Azzam)

IDTODAY.CO – Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menilai berlebihan kebanggaan yang di sampaikan oleh pemerintah terkait pujian yang disampaikan world Bank terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Melalui Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Bank Dunia mengapresiasi kinerja Sri Mulyani yang dinilai sangat cermat dalam melakukan perhitungan utang.

“Dianggap Ibu Ani (Sri Mulyani) dan Kemenkeu melakukan perhitungan sangat cermat,” ungkap Luhut beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Iwan sumule mengatakan bahwa kebanggaan berlebihan yang disampaikan Luhut Panjaitan merupakan sesuatu yang aneh.

Terutama, lembaga yang memberikan ujian adalah lembaga yang sama yang memberikan hutang bagi negara kurang mampu.

Baca Juga:  Politikus PDIP: Anies Overdosis kata-kata dalam Mengatasi Wabah Corona, Beda dengan Jokowi yang Bekerja keras

“Aneh, bangga dan senang dipuji World Bank,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Rmol.id (22/6).

bahkan, Iwan sumule menganggap hujan tersebut sangat wajar karena Indonesia merupakan negara yang sangat rajin berhutang pada world Bank. Ditambah pula, Sri Mulyani merupakan Mantan Direktur Pelaksana Bank tersebut.

“Bagaimana Sri Mulyani tidak dipuji, kan untungin World Bank. Kan rajin utang, dengan bunga tinggi pula. Dan Menkeu Sri Mulyani juga kan mantan petinggi World Bank,” tegasnya.

 lanjut, Iwan smule mengatakan bahwa Sri Mulyani selaku menteri Keuangan sangat tidak kreatif dalam menjalankan tugasnya. dia hanya mengandalkan utang dan pungutan pajak pada rakyat dalam mensiasati keuangan negara.

“Menteri yang tidak kreatif, tahunya ngutang dan meras rakyat dengan pajak. Iya nggak sih?” pungkasnya.[Brz]

Baca Juga:  Jokowi Klaim UU Cipta Kerja Lindungi Pekerja Dari Ancaman PHK Sepihak

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.