Undang Investor Asing, Jokowi Wajibkan Diskon Harga Lahan

Undang Investor Asing, Jokowi Wajibkan Diskon Harga Lahan
Presiden Joko Widodo berkunjung ke Pasar Tradisional Kecamatan Rogojampi, di Banyuwangi, Kamis (25/6/2020).(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

IDTODAY.CO – Presiden Joko Widodo berinisiatif menarik Para investor asing ke Indonesia dengan menawarkan harga lahan yang lebih murah daripada negara-negara lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk menjadikan Indonesia tidak kalah saing dari negara asing.

Atas hal itu, presiden Jokowi meminta jajarannya untuk memberikan kemudahan pada perusahaan asing yang ingin berinvestasi di Indonesia dengan menyiapkan lahan yang lebih murah.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan presiden Jokowi pada saat meresmikan kawasan industri Batang, Jawa Tengah, seperti disarankan dari akun YouTube Sekretariat Presiden.

“Kalau mereka (negara lain) memberikan harga tanah misalnya 500.000, kita harus bisa di bawahnya itu. 300.000 misalnya,” kata Jokowi sebagaimana dikutip dari Kompas.com Selasa (30/6/2020).

“Kalau mereka memberikan harga tanah 1 juta, ya kita berikan harga 500.000,” imbuhnya.

Jokowi menegaskan, kawasan industri tersebut untuk tahap pertama akan menyediakan kurang lebih 450 hektar dari total sekitar 4.000 hektar lahan.

Lebih lanjut, presiden Jokowi menegaskan kawasan industri tersebut siap untuk menampung perusahaan asing yang akan berinvestasi di Indonesia.

“Misalnya ada yang mau pindah tadi, LG mau pindah besok, sudah langsung masuk. Enggak usah ngurus apa-apa, nanti yang ngurus semuanya dari kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Tentu saja nanti dibantu gubernur dan bupati yang ada di sini,” katanya.

Jokowi tidak ingin kejadian 33 perusahaan besar yang memutuskan untuk relokasi dari China pada tahun lalu tidak ada satupun yang memilih untuk berinvestasi di Indonesia.

“Saya senang hari ini sudah ada yg masuk tujuh (perusahaan). Sudah pasti ini yang tujuh. Kemudian ada 17 (perusahaan) yang memiliki komitmen besar sudah masuk ke 60 persen hampir 100 persen,” tegasnya.[kompas/brz/nu]

Pos terkait