Bareskrim Tangkap Gus Nur Tengah Malam di Rumahnya, Keluarga: Berlebihan dalam Menjalankan Tugas

Gus Nur
SUGI Nur Raharja alias Gus Nur (tengah) mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Kamis 24 Oktober 2019 lalu.* //ANTARA

IDTODAY.CO – Bareskrim tangkap Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur tengah malam di rumahnya di Malang. Keluarga Gus Nur menilai penangkapan Gus Nur pada tengah malam itu dianggap terlalu berlebihan. Apalagi ada banyak polisi, sekitar 30 personel, yang datang ke rumah Gus Nur.

“Cuman tetap ada sifat berlebih-lebihan dalam menjalankan tugas. Iya, tengah malam kerjaannya siapa itu, langsung 5 mobil kurang lebih 30 orang datang. Tengah malam, masuk rumah, geledah rumah orang, yang mereka lakukan itu,” ujar Munjiat (21), anak kedua Gus Nur, Sabtu (24/10). Sebagaimana dikutip dari detik.com (24/10/2020).

Bacaan Lainnya

Polisi sendiri datang dengan surat perintah penangkapan, penahananan, dan penyitaan barang bukti. Saat polisi mendatangi kediaman Gus Nur, ia sedang melakukan bekam usai pulang dari mengikuti pengajian di Kedungkandang, Kota Malang.

Polisi yang datang pada malam itu langsung ditemui oleh Gus Nur. Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menyita sejumlah barang seperti laptop, hard disk, maupun modem internet. “Langsung ada penggeledahan, beberapa barang disita seperti laptop, hard disk, ada modem juga. Sama meminta baju yang digunakan Gus Nur dalam Youtube,” terang Munjiat.

Munjiat mengatakan bahwa Gus Nur  sudah dua hari ini berada di Malang. Rumah saat penangkapan terjadi, merupakan kediaman Gus Nur sejak setahun ini.

“Sering di luar kota, baru dua hari ini di sini (Malang). Hari ini ada jadwal pengajian di Surabaya sebenarnya,” beber Munjiat.

Sebelum dibawa polisi, Gus Nur tidak memberikan pesan apa-apa. Menurut Munjiat, Gus Nur sudah memprediksi akan berurusan dengan polisi usai dilaporkan karena ujaran kebencian.

“Gus Nur sudah siap, sudah diprediksi, mereka (polisi) datang ya iya saja. Selama masih bawa surat-surat yang dia (polisi) bawa berarti kan masih sah,” tandas Munjiat.[detik/aks/nu]

Pos terkait