Hakim Jatuhi Hukuman 16 Tahun Penjara Terhadap Buronan Kasus Mega Korupsi Rp 37 T Honggo Wendratno

Honggo Wendratno (Foto: Sumselupdate.com)
Honggo Wendratno (Foto: Sumselupdate.com)

IDTOAY.CO – Dirut PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Honggo Wendratno dijatuhi hukuman 16 tahun penjara, dalam kasus kondensat  dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 37,8 triliun. Hakim juga meminta memerintahkan perampasan aset milik Honggo.

“Menghukum terdakwa Honggo Wendratno dengan pidana penjara selama 16 tahun dan dibebankan untuk membayar denda Rp 1 miliar,” kata ketua majelis hakim, Rosmina saat membacakan berkas tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakpus, Senin (22/6). Seperti dikutip dari detik.com (22/06/2020).

Hakim membacakan putusan itu tanpa dihadiri Honggo yang hingga saat ini masih buron. Apabila benda itu tidak dibayar maka akan diganti dengan kurungan selama 6 bulan penjara.

Hakim juga memerintahkan perampasan aset berupa kilang minyak milik perusahaan Honggo. Dia juga diwajibkan membayar ganti rugi Rp 97 miliar.

“Jika terpidana tidak mempunyai harta benda yang cukup untuk membayar uang pengganti tersebut maka dipidana dengan pidana penjara selama 6 tahun,” ujar hakim.

Hakim juga menjatuhi hukuman terhadap dua terdakwa lainnya dalam  kasus korupsi kondensat migas PT TPPI senilai USD 2,7 miliar (setara Rp 37,8 triliun), Raden Priyono dan Djoko Harsono dengan hukuman 4 tahun penjara. Keduanya juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta.

“Menyatakan terdakwa 1 Raden Priyono dan terdakwa 2 Djoko Harsono telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsider penuntut umum,” kata ketua mejelis hakim, Rosmina, saat membacakan berkas tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakpus, Senin (22/6).[Aks]

Pos terkait