Hukum  

IPW Minta Jokowi Ingatkan Jenderal Sigit Soal Komitmen Pemberantasan Mafia Tanah

IPW Minta Jokowi Ingatkan Jenderal Sigit Soal Komitmen Pemberantasan Mafia Tanah
Ilustrasi/Net

IDTODAY.CO – Persoalan mafia tanah masih terdengar meskipun Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberangusnya.

Terkait hal ini, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso berharap agar Presiden Joko Widodo menegur Kapolri agar segera memenuhi janjinya dalam memberantas mafia tanah, wabil khusus persoalan lahan milik petani anggota Koperasi Petani Sawit Mandiri (Kopsa-M) di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau yang dirampas pemodal.

“Padahal pemerintah sangat berkomitmen dalam memberantas mafia tanah dan Presiden Jokowi meminta Polri tidak ragu mengusutnya. Lantaran, konflik agraria dan sengketa lahan merupakan tantangan berat yang dihadapi masyarakat,” kata Sugeng Teguh dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (27/10).

Baca Juga:  Ketua Komisi B DPRD Jatim Siap Kawal Proses Hukum Penghinaan terhadap Ulama Madura RKH. Mudatssir Badruddin

Menurut Sugeng Teguh, arahan Presiden Jokowi kepada Polri sudah sangat jelas agar tidak ada pihak dari penegak hukum yang justru melindungi para mafia tanah dan berharap Polri memperjuangkan hak masyarakat serta menegakkan hukum secara tegas. Atas arahan presiden tersebut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo membentuk satgas anti mafia tanah dan telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus-kasus mafia tanah di seluruh Indonesia.

“Tapi, nyatanya tidak semua kasus mafia tanah dituntaskan oleh pihak kepolisian karena ada “tangan kuat” yang mengawalnya,” sesal Sugeng Teguh.

Bahkan, sambung Sugeng, masyarakat yang mengadukan sengketa lahan dan aktor mafia tanah justru dikriminalisasi oleh polisi dengan menjahit benang merah kasus lainnya untuk dijadikan tersangka. Hal ini terjadi dengan kasat mata dialami oleh Ketua Kopsa-M, Anthony Hamzah yang memperjuangkan pengambilalihan lahan milik petani sawit sesuai keputusan rapat anggota koperasi.

Baca Juga:  Polri Sebut Motif Gus Nur Hina NU Karena Peduli, Benarkah?

“Laporan Polisi yang dibuat Anthony Hamzah pada tahun 2016 ke Polda Riau dengan nomor: STPL/426/VIII/2016/SPKT/RIAU tertanggal 10 Agustus 2016 tentang dugaan penjualan lahan petani Kopsa-M seluas kurang lebih 300 hektar, tidak diproses sampai sekarang. Justru yang terjadi saat ini, Anthony Hamzah dikriminalisasi sebagai otak penyerangan komplek perumahan karyawan PT. Langgam Harnuni dengan mengerahkan preman dengan dana Rp 600 juta pada 15 Oktober 2020 padahal koordinator aksi demo yang saat ini didakwa di pengadilan, Herman Sakti menyatakan tidak pernah disuruh oleh Anhony Hamzah. Disamping itu, Anthony juga akan dikaitkan dengan peristiwa penggelapan buah sawit milik koperasi yang bermitra dengan PTPN V dengan tersangka Kiki Islami Parsha dan Samsul Bahri.Kedua kasus itu diproses oleh Polres Kampar,” beber Sugeng Teguh.

Baca Juga:  Putra Habib Bahar Doakan Sang Ayah Diberi Kekuatan dan Kesabaran

Oleh Sebab itu, menurut Sugeng Teguh, Kapolri Listyo Sigit Prabowo harus mengambil alih permasalahan sengketa lahan yang dilaporkan koperasi petani sawit makmur di Polda Riau pada 2016. Hal ini wajib dilakukan, sebagai janji Kapolri kepada Presiden Jokowi dalam memberantas mafia tanah di Indonesia. Karena, kepastian hukum atas tanah yang memberikan keadilan kepada masyarakat harus ditegakkan.

Sumber: rmol.id