Inspiratif, Nenek Jompo Tunanetra Jadi Pemecah Batu, Tak Segan Berbagi Dengan Sesama

  • Bagikan
Inspiratif, Nenek Jompo Tunanetra Jadi Pemecah Batu, Tak Segan Berbagi Dengan Sesama
Kisah Nenek Tunanetra Kerja Jadi Pemecah Batu, Tetap Berbagi Meski Penghasilan Minim/Instagram

IDTODAY.CO – Salah satu nenek tunanetra harus berjuang sedemikian rupa untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bekerja sebagai pemecah batu untuk bisa bertahan hidup dalam kungkungan kemiskinan yang membelitnya.

Namun demikian, keadaan ekonomi tersebut tidak membuat Mbah Tuminem yang sudah berusia 80 tahun tersebut untuk berbagi dengan warga lain yang lebih membutuhkan darinya.

Mbah Tuminem juga mengalami keterbatasan secara fisik. Bahkan usianya yang sangat tua dengan kaki yang ketika dibuat berjalan harus tertatih. Dia tetap semangat menjadi seorang pemecah batu.

Baca Juga:  Keris, Benda Antik untuk Investasi yang Prospektif

Baca Juga: Didampingi Rekan Artis, Marcella Simon Jadi Mualaf Dibimbing Ustadz Adi Hidayat dan Ustaz Felix Siauw

Setiap harinya, Mbah Tuminem harus pergi ke bantaran Kali Progo, Yogyakarta untuk mencari batu yang pada akhirnya akan dipecah-pecah olehnya. Beliau sudah menjalani profesinya tersebut selama 35 tahun.

Selama itu pula, banyak sekali rintangan yang dilewati Mbah Tuminem termasuk tanah licin yang cukup berbahaya bagi kesehatannya yang sudah tak prima lagi itu.

Baca Juga:  Demi Hidupi 3 Lansia, Karyo Rela Jadi Tukang Gali Pasir

“Penglihatannya yang tidak terganggu dan tanah licin sering membuat Mbah terjatuh, bahkan mbah pernah terserempet motor dan kakinya terluka,” tulis keterangan dalam video singkat yang diunggah oleh akun Instagram @kitabisacom, sebagaimana dikutip dari Merdeka.com (30/4/21).

Penghasilan yang didapatkan dari pekerjaan sebagai seorang pemecah batu sangatlah jauh dari kata cukup. Bayangkan saja, satu keranjang batu Mbah hanya diberi harga Rp2500 saja, itupun jika sedang ada orang yang mau membelinya.

Baca Juga:  Bos Cat Avian Blak-blakan, Meniti Karir Jadi Crazy Rich Sejak dari Kandang Ayam

Baca Juga: Kisah Mualaf Ingrid Kansil, Sempat Ditentang Ayah Tapi Akhirnya Ikut Jadi Mualaf

“Tapi kalau enggak ada yang beli, Mbah harus pulang dengan tangan kosong,” lanjut keterangan yang ada dalam video.

Akan tetapi, semua keterbatasan dan kesulitan yang dialami Mbah tuminem tidak berhenti untuk berbagi kebaikan dengan sesama. Beliau dikenal sebagai sosok yang suka memberikan sedekah seadanya bagi orang-orang yang lebih membutuhkan.

Baca Juga:  Memiliki Anak Rajin Memang Asik, Tapi Dampak Negatifnya Mengkhawatirkan!

Mbah Tuminem Tidak segan untuk menyuapi anak-anak di sekitarnya makan nasi, membagikan orang disekitarnya nasi kotak ketika ada rezeki lebih.

Bahkan, Mbah tuminem memiliki cita-cita untuk bisa berbagi dengan kaum duafa yang lebih membutuhkan pertolongan daripada dirinya.

Sehat selalu Mbah, semoga dikaruniai panjang umur dan murah rezeki.

Baca Juga: Pemuda Tionghoa Aktif Buat Konten Islam di TikTok, Tapi Tak Ingin Bersyahadat Demi Konten

Baca Juga:  Inspiratif, Berkah Berhenti Merokok, Wanita ini Punya Uang Jutaan
  • Bagikan