Kisah Pilu Warsito Mantan Ajudan Soekarno, Di Usia Senja Jadi Penjual Kopi Keliling

  • Bagikan
Kisah Pilu Warsito Mantan Ajudan Soekarno, Di Usia Senja Jadi Penjual Kopi Keliling
Kisah Warsito penjual kopi keliling yang pernah jadi pengawal pribadi Soekarno. ©2021 Kanal Youtube Amy Abadi/Merdeka.com

IDTODAY.CO – Seorang kakek bernama Warsito yang merupakan mantan pengawal Presiden Soekarno pada masanya menjadi perbincangan warganet.

Pasalnya kakek tersebut harus mengalami kisah tragis di hari tuanya dengan berjualan kopi seduh keliling di ibukota Jakarta. Dalam video tersebut, kakek Warsito tampak memakai masker dan peci.

Kisah pilu nya tersebut menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Youtube Amy Abadi (20/4/21).

Baca Juga:  Bertekad Hijrah, Mantan PSK Cantik Ini Rela Melakukan Hal Ini

Kakek kelahiran Ambarawa, Kabupaten Semarang  tahun 1935 mengawali perjalanan hidupnya sebagai ajudan presiden Soekarno sejak ikut kakak kandungnya ke ibukota Jakarta.

Warsito merantau ke ibukota sejak SMP dan pernah  menginap di rumah dinasi Wakil Presiden Bung Hatta.

“Iya habis itu saya bekerja di istana dan diangkat menjadi polisi menjadi pengawal pribadi Presiden Soekarno,” tuturnya, dikutip dari Beritahits.id.

Dirinya bercerita pada saat itu ia menjadi pengawal presiden yang berada di paling akhir.

Baca Juga:  Inspiratif, Seorang Mualaf Mantap Memilih Islam, Meski Harus Merahasiakan Dari Ibu

“Kemana-mana saya ada di belakang (presiden),” ujarnya.

Berdasarkan cerita Warsito, ia bekerja menjadi pengawal Soekarno selama 13 tahun.

“Wah lama ya, dari tahun 1954 sampai 1967,” jelasnya.

Baca Juga: Viral! Mantan Mata-mata Saat Melawan Belanda, Di Hari Tuanya Hanya Jualan Mainan Anak

Warsito mengatakan bahwa dia pernah diangkat menjadi polisi lantaran bisa mengerjakan apa saja seperti administrasi hingga mengendarai mobil.

Baca Juga:  Terenyuh, Meski Tak Punya Tangan, Pria Ini Tetap Semangat Dagang Sepatu Keliling

Selain sebagai pengawal, Warsito juga sempat bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebab, gaji yang ia terima pada saat menjadi pengawal presiden hanya Rp 350.

Warsito sempat menjadi tukang parkir di lapangan Ikada (Monas).

“Dulu saya itu pakai seragam kalau sekarang Brimob lah. Dulu juga saya sambil jaga parkir di Lapangan Ikada karena gaji saya itu kecil Rp 350 perak,” ujarnya.

Baca Juga:  Inspiratif, Mantan Tukang Parkir Lulusan SD Kini Punya Motor & Mobil Ratusan Juta

Semua yang dikatakan Warsito nampaknya benar benar terjadi di masa lampau. Itu terbukti dengan adanya akta kelahiran anaknya dan bukti bahwa ia pernah menjadi pengawal pribadi presiden.

Tertera dalam surat tersebut pangkat Warsito yaitu Inspektur Satu Satgas Pomad (Polisi Militer Angkatan Darat).

Akan tetapi, semua itu hanyalah tinggal kenangan. Warsito tidak bisa menerima haknya sebagai pensiunan polisi karena tidak lagi menyimpan surat-surat pengabdiannya yang hanyut terbawa banjir.

Baca Juga:  Kepoin Kekayaan Sukanto yang Beli Bekas Istana Di Jerman

Warsito mengaku sangat menikmati hidupnya yang harus mencari nafkah sendiri dengan tidak membebani anak-anaknya.

Baca Juga: Nyesek, Dalam 1 Minggu Orang Ini Terlilit Utang Pada 40 Pinjaman Online

  • Bagikan