Akankan Amerika Serikat Menjadi Pusat Virus Corona Selanjutnya?

Ilustrasi - New York
Ilustrasi - New York. (Foto: Reuter)

IDTODAY.CO – Seiring dengan terjadinya peningkatan kasus positif virus Corona di Amerika serikat, negara itu memiliki potensi menjadi pusat virus Corona baru atau Covid-19.

Kasus positif di Amerika serikat kian bertambah, jumlah saat ini Selasa (24/03) diketahui sebanyak 46.450, dan angka kematian menjadi 593 jiwa.

Ini berarti, AS menduduki posisi ketiga sebagai negara dengan kasus virus corona tertinggi, di bawah China dan Italia.

Hanya dalam 24 jam, 85 persen dari total kasus terbaru merupakan impor dari Eropa dan 40 persennya merupakan penularan lokal di AS.

Baca Juga:  Netanyahu Abaikan Keberadaan Negara Palestina dalam Rencana Pencaplolan Tepi Barat

Margaret Harris, Juru Bicara WHO mengatakan, percepatan infeksi virus Corona terjadi di Amerika serikat sehingga negara AS berpotensi menjadi pusat virus Covid-19.

“Kami sekarang melihat percepatan sangat besar dalam kasus-kasus di AS. Jadi memang ada potensi. Kami tidak bisa mengatakan itu akan terjadi, tapi ada potensi seperti itu,” ujar Margaret, Sebagaimana dikutip dari New York Time (25/03/2020).

Sementara Presiden AS Donald Trump sendiri mulai kesulitan memenuhi kebutuhan perangkat kesehatan.

Baca Juga:  Hong Kong Mencekam, Ribuan Demonstran Ditembak

“Pasar dunia untuk masker dan ventilator menjadi gila. Kami berusaha membantu wilayah untuk mendapatkan peralatan, tapi itu tidak mudah,” tulis Trump dalam cuitannya di akun Twitternya.

Trump saat ini merasa sedikit lega setelah mendengar ada obat yang bisa membantu meredakan wabah ini, setelah para peneliti di Prancis dan China mendapati efektivitas penggunaan obat antimalaria, klorokuin.

“Hydroxychloroquine dan Z-Pak, saya kira kombinasi yang sangat, sangat bagus. Ada kemungkinan yang jelas bahwa obat tersebut memiliki dampak luar biasa. Ini akan menjadi hadiah dari Tuhan. Jika berhasil maka obat itu akan menjadi perubah permainan yang besar ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Sejak 3 April, Jepang Larang Warga Indonesia Datang ke Negaranya

Hari ini New York sedang memulai uji klinis data pasien positif terkena virus Corona dengan menggunakan hydroxychloroquine yang diminum bersama antibiotik azithromycin, biasa digunakan untuk membersihkan infeksi bakteri sekunder.(nyt/aksy)