Benarkah Tudingan China Kirim Tawon Pembunuh ke Amerika Serikat?

Benarkah Tudingan China Kirim Tawon Pembunuh ke Amerika Serikat?
Tawon pembunuh yang sampai di Amerika. (Foto: 20detik)

IDTODAY.CO – Tawon raksasa Asia yang kadang dijuluki  karena keganasannya untuk pertama kalinya sampai di Amerika Serikat. Tawon ini asalnya antara lain dari China. Akibatnya, sebagian orang menuding ada peran China di baliknya.

Kemunculan tawon raksasa Asia di Amerika serikat menimbulkan saling tuding negara adidaya tersebut negeri tirai bambu cina. Pasalnya, tawon pembunuh dengan keganasannya tersebut juga berasal salah satunya dari Cina.

Bacaan Lainnya

Tak ayal, Tudingan keterlibatan China mengemuka sebab negara tersebut sedang bersitegang dengan Amerika Serikat. Meskipun, tudingan tersebut tak berdasar sama sekali.

Sampai saat ini, para ilmuwan maupun Departemen Pertanian pertanian AS belum bisa memastikan dari mana tawon pembunuh tersebut berasal. Karena beberapa orang mengklaim telah melihatnya di negara bagian ujung dan sejak akhir tahun lalu.

Ada beberapa kemungkinan, misalnya tawon pembunuh terbawa di kontainer baik disengaja ataupun tidak. Hewan ini habitat utamanya di beberapa wilayah Asia termasuk China, Taiwan, Korea, Kamboja, Thailand, Vietnam dan umum di Jepang.

Otoritas di Amerika Serikat saat ini sedang fokus memberantasnya karena dianggap spesies invasif dan berbahaya. Misalnya, tawon ini gemar membantai kawanan lebah dan juga sarangnya. Sengatannya bisa sangat menyakitkan.

Mereka sedang berupaya keras untuk mencegah spesies itu berkembang biak dan tidak lagi bisa dikendalikan. “Kita harus mengajari orang tentang bagaimana mengenali dan mengidentifikasi tawon ini ketika populasinya masih kecil, sehingga bisa memberantasnya saat kita masih punya kesempatan,” kata Todd Murray, spesialis spesies invasif sebagaimana dikutip dari Detik.com (4/8/2020).

“Mereka seperti kartun monster dengan mukanya yang besar berwarna kuning dan oranye. Sungguh tawon yang besarnya mengagetkan. Ia merupakan bahaya kesehatan dan lebih penting lagi, predator signifikan dari lebah madu,” terang Todd.

Sebelumnya, netizen ramai-ramai memberikan pandangan berbeda terkait tudingan tersebut.

“COVID dan tawon. China telah menemukan cara lain untuk berperang dengan Amerika,” tulis seorang netizen di kolom komentar Daily Mail.

“Diserang oleh China dengan virus, tawon dan TikTok. Itulah China, negara barat tidak seharusnya malah takut pada Rusia,” tulis yang lain.

“Hebat, karena COVID tidak cukup untuk dicemaskan, sekarang datanglah tawon monster itu,” tanggapan lainnya.

“Hebat ya, ada tawon pembunuh, bibit misterius dan COVID-19. Apalagi ya yang dipunyai China dalam menunya untuk kita?” Demikian beberapa komentar netizen menyuarakan pandangannya.[detik/brz/nu]

Pos terkait