Bersama Menkeu AS, Sri Mulyani Ajak G20 Buat Forum Khusus Cegah Pandemi dan Dampaknya di Masa Depan

Sri Mulyani
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani/Net

IDTODAY.CO – Sebuah surat yang ditulis oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dikirim kepada negara-negara G20.

Surat tertanggal 25 Oktober 2021 itu berisi permintaan dukungan G20 untuk meluncurkan forum koordinasi kesehatan dan global yang bertujuan mencegah pandemi di masa depan.

“Sementara kita membuat kemajuan dalam memerangi Covid-19, kita juga menghadapi kenyataan pahit: ini bukan pandemi terakhir,” tulis mereka, seperti dikutip dari situs resmi Departemen Keuangan AS.

Baca Juga:  Mendagri Prancis: Hampir Semua Muslim di Prancis Menghormati Hukum Republik

Mereka mengatakan, kemunculan pandemi telah menciptakan krisis keuangan global yang membutuhkan penguatan kerjasama ekonomi internasional. Dalam hal ini, G20 harus menjadi pemimpin dalam kerjasama tersebut.

“Pandemi saat ini menunjukkan kurangnya kesiapan di tingkat negara dan kurangnya koordinasi di antara kita. Untuk itu, kami sangat mendukung peluncuran forum di mana para menteri kesehatan dan keuangan dapat memulai pekerjaan memfasilitasi kerjasama global dan mengoordinasikan pencegahan, deteksi, berbagi informasi, dan jika diperlukan, tanggapan,” jelas dua menkeu itu.

Baca Juga:  MUI: Serangan Bom di Masjis-masjid Afganistan Bukti ISIS-K Merusak Dua Prinsip Ajaran Islam

Dalam surat itu dijelaskan forum akan banyak menanggapi seruan badan-badan independen, termasuk Panel Independen Tingkat Tinggi untuk mendorong keterlibatan strategis antara menteri kesehatan dan keuangan.

Selain itu, forum itu juga akan memberdayakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan entitas lainnya.

“Dengan pertemuan Pemimpin G20, kita harus berkomitmen untuk memastikan kapasitas pembiayaan bank pembangunan multilateral memenuhi tugas ini,” pungkas mereka.

Baca Juga:  Otoritas Arab Saudi Tangkap Pria yang Tabrakkan Mobilnya ke Gerbang Masjidil Haram

Indonesia sendiri akan memegang kepemimpinan G20 pada tahun depan, dengan sejumlah fokus, utamanya pemulihan ekonomi dampak pandemi dan ekonomi hijau.

Sumber: rmol.id