Cegah Kepungan Kapal Perang Cina, Taiwan Buat Armada Baru Kapal Selam

Taiwan Buat Armada Baru Kapal Selam
Kapal selam Taiwan di pangkalan angkatan laut di Kaohsiung, Taiwan, 21 Maret 2017.(Foto: REUTERS)

IDTODAYCO – Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada hari Selasa lalu mendukung pembangunan baru kapal selam yang dikembangkan di dalam negeri. Proyek tersebut bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan negaranya dengan memperkuat armada perangnya.

 Proyek utama tersebut mendapat dukungan Amerika Serikat untuk melawan negara tetangga Taiwan sekaligus musuh bebuyutan AS, China.

Bacaan Lainnya

Pada upacara yang juga dihadiri oleh duta besar de facto AS di Taiwan, Brent Christensen, bertujuan untuk menandai dimulainya armada pembangunan kapal selam baru di kota pelabuhan selatan Kaohsiung.

“Langkah tersebut merupakan “tonggak bersejarah” untuk kemampuan pertahanan Taiwan setelah mengatasi “berbagai tantangan dan keraguan”,” ucap Tsai sebagaimana dikutip dari Reuters (24/11)

Pada dasarnya, Taiwan mengklaim Laut China sebagai wilayahnya sendiri. Bahkan, Taiwan bekerja untuk mengubah kekuatan kapal selamnya selama bertahun-tahun. Beberapa di antaranya berasal dari Perang Dunia Kedua, dan bukan tandingan armada China, yang mencakup kapal yang mampu meluncurkan senjata nuklir.

“Pembangunan tersebut menunjukkan keinginan kuat Taiwan kepada dunia untuk melindungi kedaulatannya,” katanya.

“Kapal selam adalah peralatan penting untuk pengembangan kemampuan perang asimetris angkatan laut Taiwan dan untuk mencegah kapal musuh mengepung Taiwan.” Ungkapnya

Pemerintah AS pada tahun 2018 memberikan lampu hijau bagi produsen AS untuk mengambil langkah dalam program tersebut, sebuah yang secara luas membantu Taiwan dalam komponen utama, meskipun tidak ada perusahaan AS mana yang terlibat

CSBC Corporation Taiwan yang didukung negara menyampaikan akan mengirimkan yang pertama dari delapan kapal selam yang direncanakan pada tahun 2025, memberikan pengalaman besar untuk modernisasi militer dan rencana swasembada Tsai.

Pimpinan perusahaan Cheng Wen-lung mengatakan mereka menghadapi tantangan besar, termasuk kesulitan mendapatkan suku cadang serta “kekuatan eksternal yang menghalangi pengembangan program ini”.

Tsai telah menjadikan industri pertahanan dalam negeri yang maju sebagai prioritas. Meskipun Angkatan bersenjata Taiwan sebagian besar dilengkapi oleh Amerika Serikat.

Pasukan China telah meningkatkan aktivitas militer mereka di dekat Taiwan, kadang-kadang menerbangkan jet tempur operasi garis tengah penyangga tidak resmi Selat Taiwan yang sensitif.

Hal tersebut, direspon Taiwan dengan uji coba terbang publik pertama dari pesawat latih jet canggih baru yang dirancang dan dibuat secara lokal pada bulan Juni lalu.[Reuters/brz/nu]

Pos terkait