Corona di Malaysia, Anwar Ibrahim Desak Pemerintah Potong Gaji Para Pejabat

  • Whatsapp
Anwar Ibrahim
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: Kompasiana)

IDTODAY.CO – Dampak virus Corona yang melanda segala sektor hampir dirasakan oleh seluruh dunia. Dampak sistemik-pun tak bisa dielakan. Mulai dari pemecatan para pekerja melambungnya harga barang, turunnya nilai tukar mata uang dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan Malaysia, negeri Jiran itu merasakan dampak besar akibat wabah mematikan itu. Banyak perusahaan harus mem-PHK karyawannya.

Bacaan Lainnya

Menanggapi situasi tersebut, Anwar Ibrahim, Pemimpin oposisi Malaysia,  mengecam sikap pemerintah Malaysia yang dianggap abai terhadap nasib pekerja yang mengalami fenomena PHK yang melanda negeri tersebut.

Anwar Ibrahim mengatakan, dampak Corona di rasakan semua sektor termasuk perusahaan. tetapi, khusus perusahaan besar dampak wabah ini tidak terlalu serius dan mereka masih tetap bisa meraup keuntungan besar.

“Saya tidak mengerti mengapa Kementerian Sumber Daya Manusia dan pemerintah tidak menegaskan bahwa pekerja tidak dapat dipecat dan upah mereka dipotong dalam situasi seperti saat ini, karena keuntungan [perusahaan] kecil,” ujar Anwar dalam konferensi persnya melalui media sosial Facebook, sebagaimana dikutip dari Rmol.id (27/3/2020).

 Anwar menegaskan, pekerja yang di PHK itu merupakan karyawan perusahaan besar yang hanya merasakan sedikit dampak ketika krisis ekonomi terjadi. dia, tidak setuju dengan sistem PHK seperti itu.

“Ini bukan sistem yang perlu kita pertahankan,” ujar Anwar Ibrahim.

Di sisi lain, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu sangat setuju dan menyambut positif rencana memotong gaji dari perdana menteri, menteri, dan wakil menteri, selama dua bulan untuk disumbangkan bagi pasien Covid-19. Karena merupakan bentuk kepedulian terhadap rakyat.

“Ini berarti tuntutan yang digaungkan rakyat telah direspons [pemerintah],” urai Anwar.

Malah, khusus anggota parlemen PKR, Anwar mendesak para wakil rakyat itu untuk menyumbangkan gajinya di daerah tempat mereka terpilih. Pemimpin oposisi itu mendesak pemerintah Malaysia untuk serius dalam penangguhan cicilan rumah dan kendaraan selama virus Corona masih mewabah di negeri itu.[Rmol/br]

Pos terkait