Dalam 5 Tahun Terakhir, Jumlah Muslim di Jerman Naik Hampir 1 Juta Orang

  • Whatsapp
Dalam 5 Tahun Terakhir, Jumlah Muslim di Jerman Naik Hampir 1 Juta Orang
Muslim di Jerman didominasi imigran asal negara-negara mayoritas Islam. Ilustrasi Gereja Martha Lutheran di Berlin, Jerman menjadi lokasi sholat Jumat umat Muslim/ Foto: Reuters/Fabrizio Bensch

IDTODAY.CO – Jumlah muslim di Jerman mengalami peningkatan signifikan sejak 5 tahun terakhir. Peningkatannya hampir mencapai 1 juta orang dibandingkan 5 tahun sebelumnya. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh salah satu hasil penelitian.

Penelitian tersebut melibatkan, lebih dari 4.500 wawancara yang dilakukan dengan orang-orang dari negara asal mayoritas Muslim. Penelitian ini menjadikannya sebagai studi perwakilan nasional terluas tentang kehidupan Muslim di Jerman

Jumlah Muslim dengan latar belakang migrasi di Jerman meningkat sekitar 900 ribu  dalam enam tahun terakhir. Saat ini, jumlahnya antara 5,3 hingga 5,6 juta, sesuai dengan proporsi populasi antara 6,4 dan 6,7 persen.

Muslim asal Turki masih menjadi kelompok terbesar. Namun, mereka tidak lagi menjadi mayoritas absolut dengan jumlah 45 persen.

Baca Juga:  Darurat Corona, Politisi Aljazair Minta Puasa Ramadan Di Undur

Itu dapat diartikan bahwa para imigran Jerman memiliki asal dan religiositas menjadi jauh lebih beragam sebagaimana dilaporkan Kantor Federal untuk Migrasi dan Pengungsi (BAMF).

Baca Juga: Gus Miftah Sentil Netizen: Luar Biasa, Dakwah Zaman Sekarang Suka Mengkafirkan!

Pergeseran ini terjadi karena masuknya Muslim yang signifikan dari negara-negara Timur Tengah dan sekitarnya. Jumlah imigran dari lingkungan ini mengalami peningkatan selama enam tahun terakhir. Tercatat, 1,5 juta orang dari negara-negara Arab sekarang tinggal di Jerman.

Menurut penelitian yang ada, orang dengan latar belakang migrasi dari negara asal yang didominasi Muslim secara signifikan lebih religius daripada orang yang tidak memiliki latar belakang migrasi. Jumlah mereka sekitar 82 persen. sebagai sebagaimana dikutip dari Republika.co.id dari Europian News, Kamis (29/4).

Baca Juga:  Demi Runtuhkan Dominasi China, Mantan Pejabat CIA Curigai AS dan Israel Sebagai 'Pencipta' Virus Corona

Lebih dari dua pertiga di antaranya mematuhi aturan mengonsumsi produk halal dan 40 persennya beribadah setiap hari. Hampir tidak ada perbedaan lintas generasi atau lintas usia untuk kelompok ini. Namun, studi tersebut menunjukkan wanita cenderung lebih religius dibandingkan pria.

Menurut Menteri Dalam Negeri, Markus Kerber, asosiasi Islam terus memainkan peran yang ambivalen. Keberadaannya telah mewakili maksimal 25 persen Muslim yang tinggal di Jerman.

Baca Juga: Menggila, TPNPB-OPM Ancam Sasar Orang Jawa di Papua

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.