Didesak Aliran Garis Keras, Iran Janji Respons Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Dengan Perhitungan

  • Whatsapp
Kutuk Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Qatar: Pelanggaran HAM yang Jelas!
Foto yang disediakan oleh situs web resmi Pemimpin Tertinggi Iran pada 27 November 2020, menunjukkan ilmuwan Iran Mohsen Fakhrizadeh pada 23 Januari 2019. Iran mengatakan Mohsen Fakhrizadeh, salah satu ilmuwan nuklir paling terkemuka, tewas dalam serangan terhadap mobilnya di luar Teheran yang dituduh musuh bebuyutan Israel berada di belakang dan bersumpah akan membalasnya. (Foto: KHAMENEI.IR / AFP)

IDTODAY.CO – Surat kabar garis keras mendorong Teheran untuk membalas pembunuhan tersebut dengan menyerang langsung Kota Haifa, Israel. Akan tetapi, tuntutan tersebut direspon dengan”elegan” oleh Penasihat pemimpin tertinggi Iran.

Menurutnya, respons negaranya atas pembunuhan ilmuwan nuklir akan dilakukan dengan ‘penuh perhitungan dan menentukan’.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran Kamal Kharrazi dalam pernyataannya, Senin (30/11).

Baca Juga:  Prihatin, 25 Juta Warga Iran Terinfeksi Covid-19!

“Tak diragukan lagi, Iran akan memberikan jawaban yang penuh perhitungan dan menentukan pada penjahat yang mengambil martir Mohsen Fakhrizadeh dari bangsa Iran,” katanya sebagaimana dikutip dari sebagaimana dikutip dari Republika.co.id.

Surat kabar garis keras Iran mendorong pemerintah membalas kematian Fakhrizadeh. Koran Kayhan yang pemimpin redaksinya ditunjuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menyarankan jika terbukti Israel yang melakukan pembunuhan itu maka Iran harus menyerang kota pelabuhan Haifa.

“Serangan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga selain menghancurkan fasilitas, juga harus menimbulkan banyak korban jiwa,” tulis Saadollah Zarei dalam kolom opini.

Saadollah Zarei mengatakan, pemerintah Iran menyadari kesulitan dari aspek militer dan politik untuk menyerang Israel. Serangan semacam itu akan menyulitkan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk menurunkan ketegangan dengan Teheran setelah dilantik 20 Januari mendatang.

Baca Juga:  Dianggap Menggangu, Parpol Di Denmark Minta Adzan Dilarang

Sebagaimana diketahui, kebijakan Donald Trump mengeluarkan AS dari kesepakatan nuklir Iran atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dan menerapkan kembali berbagai sanksi ekonomi menjadi penyebab utama ketegangan antara AS dan Teheran makin memburuk.

Tak tinggal diam, Teheran membalas AS dengan melanggar poin-poin dalam kesepakatan JCPOA. Terkait hal tersebut, Biden berjanji akan membawa AS kembali ke kesepakatan nuklir tersebut apabila Iran memenuhi kembali persyaratan dalam JCPOA.

Diberitakan sebelumnya, Negara Barat dan Israel sudah lama mencurigai Fakhrizadeh sebagai otak di balik program senjata nuklir Iran. Fisikawan tersebut dibunuh sekelompok orang bersenjata di jalan tol dekat Teheran pada Sabtu (28/11) lalu.

Pemerintah Iran yang dikuasai ulama dan militer menuduh musuh lama mereka, Israel, sebagai dalang pembunuhan tersebut. Sejak 2010 Iran menuduh Israel atas pembunuhan beberapa ilmuwan mereka.

Baca Juga:  Lagi, Boeing 737 MAX Mendarat Darurat

Akan tetapi, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak mengomentari pembunuhan Fakhrizadeh. Sabtu lalu Menteri Kabinet Israel Tzachi Hanegbi mengaku tidak mengetahui siapa yang melakukan pembunuhan tersebut.[republika/brz/nu]

Tulis Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.