Efek Corona, PSK Ramai-Ramai Demo Desak Buka Rumah Bordil

  • Bagikan
Efek Corona, PSK Ramai-Ramai Demo Desak Buka Rumah Bordil
Ilustrasi Prostitusi, PSK (Foto: Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

IDTODAY.CO – Para pekerja seks komersial (PSK) juga merasakan dampak Covid-19. Bukan hanya dapat kesehatan saja, para PSK yang berada  di Kota Hamburg, Jerman juga harus kehilangan mata pencaharian mereka.

Alhasil, mereka melakukan aksi demonstrasi pada Sabtu malam waktu setempat untuk menuntut agar rumah bordil di Jerman kembali dibuka.

Dalam aksi demonstrasi yang dilakukan di Reeperbahn yang terkenal dengan kehidupan malamnya tersebut, para PSK melaku telah kehilangan pekerjaan dan dikucilkan dari masyarakat selama masa covid 19 walaupun mereka tidak memiliki risiko kesehatan yang lebih besar.

Baca Juga:  ILO: Wabah Virus Corona Berdampak Terhadap Krisis Ekonomi Global Dan Dapat Menghancurkan 25 Juta Pekerjaan

“PSK melakukan aksi unjuk rasa di Hamburg, menuntut agar rumah bordil diizinkan dibuka kembali setelah berbulan-bulan ditutup untuk mencegah penularan virus Corona,” demikian laporan Reuters, sebagaimana dikutip dari CNBCIndonesia.com Minggu (12/7/2020).

Aksi demonstrasi tersebut dipelopori oleh Asosiasi Pekerja Seks. Mereka mendesak tempat prostitusi yang legal bisa kembali beroperasi seiring kembali dibukanya pertokoan, restoran dan bar.

Mereka beralasan, apabila rumah bordil tidak kunjung dibuka dikawatirkan PSK akan melakukan kegiatannya secara ilegal dan akan lebih membahayakan kesehatan karena tidak higienis.

Baca Juga:  Jadi Seruan Solidaritas Lawan Corona, Jerman dan Belanda Kembali Kumandangkan Adzan

Salah satu poster yang digenggam wanita yang menggelar unjuk rasa di sebuah rumah bordil di Herbertstrasse, berisi tulisan “Profesi tertua membutuhkan bantuanmu,”.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, para demonstran ada juga yang menggunakan topeng teater dan memainkan lagu-lagu rakyat melalui biola.

asosiasi tersebut menegaskan bahwa akan menerapkan protokol kesehatan seperti wajib menggunakan masker wajah, tempat ventilasi dan merekam rincian kontak pengunjung.

Baca Juga:  Pemerintah Turki Tawarkan Rapid Test Untuk Rakyat Indonesia

“Prostitusi tidak membawa risiko infeksi yang lebih besar daripada layanan lainnya, seperti pijat, kosmetik atau olahraga lainnya yang melakukan kontak fisik. Kebersihan adalah bagian dari bisnis prostitusi,” kata asosiasi itu dalam sebuah pernyataan.[cnbcindonesia/brz/nu]

  • Bagikan