Heboh,Warga Malaysia Sebut Indonesia Tidak Lockdown Karena Pemerintah Tidak Bisa Jamin Kehidupan Rakyat

Warga Malaysia Sebut Indonesia Tidak Lockdown Karena Pemerintah Tidak Bisa Jamin Kehidupan Rakyat
Foto; Rmol

IDTODAY.CO – Virus Corona memang benar-benar momok bagi banyak negara di belahan Dunia, termasuk Indonesia. Bagaimana tidak, akibat dari keganasan virus ini membunuh puluhan penduduk seluruh dunia.

Semakin hari semakin mengkhawatirkan, setiap jumlah korban di Indonesia pun berjatuhan (Baca: Update Covid-19 1 April: Jumlah Total Kasus 1.677, Sembuh 103, Meninggal 157 Orang ).

Meski demikian, Pemerintah Tidak memberlakukannya lockdown atas wabah virus corona atau Covid-19, nyatanya juga menjadi sorotan negara tetangga.

Baca Juga:  Meski Sudah Berusia 91 Tahun, Polisi Amerika Ini Masih Enggan Untuk Pensiun

Dalam sebuah video yang beredar baru-baru ini, perempuan warga negara Malaysia, mengungkapkan keterkejutannya dengan meningkatnya wabah Covid-19 di Indonesia.

“Kita lihat Indonesia, MasyaAllah saya sangat takut sebab tiap hari kasus Covid-19 mereka naik meningkat,” ujar perempuan dalam video berdurasi tiga menit itu.

Perempuan berkaus hitam itu menyebut peningkatan kasus Covid-19 tanpa lockdown karena pemerintah Indonesia tidak dapat menjamin kehidupan masyarakatnya.

“Presiden mereka tidak melakukan lockdown, karena tidak mampu untuk menjamin rakyat yang sejumlah 300 juta penduduk, jadi tolong dalam tempo satu tahun ini jangan pergi ke Indonesia karena beresiko,” katanya.

Baca Juga:  Punya Puluhan Ribu Akun Buzzer, Partai Komunis China Diduga Jadi Manipulator Utama Informasi Global

Dia juga membandingkan dengan India. Menurutnya, India memang menerapkan lockdown tetapi tidak disertai jaminan sosial yang memadai.

“Kita lihat di India, 1,3 miliar penduduk mereka sudah menerapkan lockdown, tapi apakah pemerintah mereka membantu rakyat? Tidak,” ujarnya.

Di bagian akhir video, perempuan tersebut membanggakan negaranya yang memberikan jaminan kehidupan supaya masyarakat Malaysia tidak keluar rumah di tengah wabah Covid-19.

Baca Juga:  Kongres AS Sahkan UU HAM Uighur, Sanksi bagi China di Depan Mata

Dia sebutkan, pemerintah Malaysia mengalokasikan anggaran 400 miliar ringgit untuk menjamin kehidupan masyarakat.

“Kabinet yang baru dibentuk beberapa hari, mereka bisa untuk membuat arahan untuk menyelamatkan nyawa kita, dan disiapkan paket sosial untuk bantu kita,” ungkapnya.

“Jadi kita bersama-sama kerajaan untuk bantu kerajaan, stay at home, sebab virus ini tidak bergerak, yang bergerak adalah kita,” pungkasnya.

Sumber: .rmol.id