India Lockdown, Rakyat Miskin Lebih Takut Mati Kelaparan Daripada Virus Corona

  • Whatsapp
India Lockdown
Ilustrasi - India Lockdown. (Foto: Times Of India)

IDTODAY.CO – Dampak negatif virus Corona terhadap perekonomian suatu negara sangat besar sekali. Terutama bagi negara yang memberlakukan kebijakan lockdown. bukan hanya perekonomian negara yang terancam tapi kesempatan hidup untuk rakyat jelata juga dipertanyakan.

Seperti halnya yang terjadi pada masyarakat kecil di India. Salah satunya terjadi pada seorang pekerja bangunan bernama Ramesh Kumar, dari Distrik Banda di Negara Bagian Uttar Pradesh. Seharian dia dan teman-temannya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang proyek menunggu panggilan kerja. tapi nyatanya panggilan yang ditunggu-tunggu tidak kunjung tiba.

Bacaan Lainnya

“Tidak akan ada orang yang memperkerjakan kami, tapi kami masih mencari peluang.” Ucap Ramesh Kumar sebagaimana dikutip dari Detik.com (26/3/2020).

Ramesh mengaku hanya mendapatkan upah kecil dari pekerjaannya disamping juga dia memiliki banyak tanggungan  dalam keluarganya.

“Saya mendapat 600 rupee (sekitar Rp127.000) setiap hari dan saya harus memberi makan lima orang. Kami akan kehabisan makanan dalam beberapa hari. Saya tahu risiko virus corona, tapi saya tidak bisa melihat anak saya kelaparan,” katanya.

Kebijakan lockdown yang diterapkan oleh perdana menteri Narendra Modi membuat masyarakat kecil yang bekerja sebagai buruh harian, terancam tidak memiliki penghasilan sama sekali selama tiga pekan dan ada kemungkinan beberapa di antara mereka yang akan kehabisan makanan dalam hitungan hari saja.

Kisah serupa dialami oleh Kishan Lal, seorang buruh becak di Kota Allahabad. Dia mengatakan selama empat hari terakhir dia tidak punya penghasilan termasuk kali akibat anjuran pemerintah untuk bekerja dari rumah.

“Saya harus mendapatkan uang agar keluarga saya bisa makan. Saya mendengar pemerintah akan memberi kami uang walau saya tidak tahu kapan dan bagaimana caranya,” kata Lal.

Situasi serupa dihadapi juga oleh  Ali Hasan, yang bekerja sebagai cleaning service di sebuah toko, mengaku tidak memiliki simpanan uang untuk membeli makanan.

“Toko sudah tutup dua hari lalu dan saya belum diupah. Saya tidak tahu kapan toko buka. Saya sangat cemas. Saya punya keluarga, bagaimana saya bisa memberi makan mereka?” tanya Ali..

Di tempat berbeda ada Mohammed Sabir, penjual minuman yoghurt di Delhi. Dia sendiri memperkerjakan 2 orang mantan petani sebagai pegawainya untuk membantu dia berjualan yogurt di musim panas. Sabir mangaku dari keluarga petani yang gagal panen pada musim sebelumnya. Dia dan keluarganya sangat menggantungkan hidup pada hasil penjualan yogurt.(dtk/br)

Pos terkait