Jelang Akhir Masa Jabatan, Trump Buat Kecewa Warga Somalia

  • Whatsapp
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020.(Foto: AP PHOTO/Evan Vucci)

IDTODAY.CO – Somalia meminta presiden AS yang akan datang untuk membatalkan keputusan Donald Trump. Hal itu terkait kekecewaan mereka atas keputusan Donald Trump untuk menarik pasukan Amerika Serikat (AS) keluar dari Somalia di hari-hari terakhir masa kepresidenannya

“Keputusan AS untuk menarik pasukan keluar dari Somalia pada tahap kritis dalam keberhasilan perang melawan al-Shabaab dan jaringan teroris global mereka sangat disesalkan,” kata Senator Ayub Ismail Yusuf dalam sebuah pernyataan, mengacu pada kelompok pemberontak al-Shabaab yang terkait dengan al-Qaidah sebagaimana dikutip dari SINDOnews (6/12)

Bacaan Lainnya

Baca Juga:  Inilah 5 Negara Tetangga RI Dengan Angka Kasus Kematian Corona Nol

“Pasukan AS telah memberikan kontribusi besar dan berdampak besar pada pelatihan dan efektivitas operasional tentara Somalia,” sambung Yusuf, anggota Komite Urusan Luar Negeri Senat Somalia, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (5/12/2020).

Yusuf menandai Presiden AS terpilih Joe Biden dalam tweetnya yang mengkritik keputusan tersebut.

Untuk sementara, Pemerintah Somalia tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentarnya terkait keputusan Trump untuk menarik hampir semua tentara AS, yang berjumlah 700, pada 15 Januari mendatang.

Pasukan AS telah berada di Somalia, sebagian besar mendukung pasukan khusus Somalia yang dikenal sebagai Danab dalam operasi melawan al-Shabaab, yang serangannya di negara-negara seperti Kenya dan Uganda telah menewaskan ratusan warga sipil, termasuk Amerika.

Baca Juga:  Nyali Tak Ciut Hadapi China, India Takkan Mundur dari Perbatasan

Pemerintah Somalia yang rapuh dan didukung secara internasional akan mengadakan pemilihan parlemen bulan ini dan pemilihan nasional pada awal Februari, sebuah pendahuluan dari rencana penarikan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika yang berkekuatan 17.000 orang.

Kolonel Ahmed Abdullahi Sheikh, yang menjabat komandan Danab selama tiga tahun hingga 2019 mengatakan bahwa penarikan pasukan AS akan berdampak serius pada upaya kontraterorisme

“Jika penarikan itu permanen, itu akan berdampak besar pada upaya kontraterorisme,” katanya.

Dia bertempur bersama pasukan AS dan selama di bawah komandonya dua orang Amerika dan lebih dari seratus anak buahnya sendiri telah tewas.

“Baik pasukan AS dan Somalia menentang penarikan itu,” ujarnya.[sindonews/brz/nu]

Pos terkait