Jepang dan China Merugi dari Kereta Cepat di Negerinya Sendiri

Jepang dan China Merugi dari Kereta Cepat di Negerinya Sendiri
Ilustrasi kereta cepat.(Thinkstock)

IDTODAY.CO- Kereta cepat ternyata tidak menimbulkan banyak untung. Ada sejumlah negara-negara maju yang menghentikan kereta cepat karena merugi.

Berikut daftar negara yang merugi dari kereta cepat:

1. Jepang

Jepang yang awalnya hendak berinvestasi kereta cepat di Indonsia ternyata di negaranya sendiri merugi.

Menurut Nikkei via Kompas.com, Central Railway harus menanggung rugi 1,8 miliar dollar AS atas kereta cepat rute Osaka-Tokyo.

Memang awalnya rute Tokyo-Osaka masih menguntungkan. Demikian pula dengan rute Osaka-Hakata.

Baca Juga:  WHO Ajak AS Kerjasama Dalam Menghadapi Ancaman Kembalinya Wabah Virus Ebola

Namun belakangan, tahun 2020, Jepang mengakui mengalami kerugian 1,8 miliar dollar AS atas kereta cepat rute Osaka-Tokyo.

2. China

China juga berinvestasi proyek kereta cepat di Indonesia rute Jakarta-Bandung. Namun di negerinya sendiri, China ternyata merugi dari megaproyek.

Data dari Statista yang dilansir Kompas.com, dari 15 rute kereta cepat yang ada, mayoritas merugi. Hanya 5 rute yang menguntungkan. Sisanya merugi terus.

Baca Juga:  Australia menilai Palestina bukanlah sebuah negara

3. Malaysia

Sementara Malaysia memutuskan menghentikan kereta cepat rute Kuala Lumpur – Jurong Singapura meski negara jiran itu sudah terlanjur mengeluarkan biaya investasi yang tinggi. Bahkan, Malaysia juga harus mengeluarkan biaya kompensasi kerugian kepada Singapura.

4. Amerika Serikat

Amerika Serikat juga memiliki riwayat yang kurang bagus soal kereta cepat. Negeri Paman Sam ini pernah memiliki kereta cepat bernama Acela yang dikelola Amtrax, perusahaan negara milik AS.

Baca Juga:  Corona di Malaysia, Anwar Ibrahim Desak Pemerintah Potong Gaji Para Pejabat

Namun perusahaan ini tidak berkembang pesat karena proyek itu ternyata tidak menguntungkan juga. Penumpangnya sepi.

Menurut BBC, AS sebenarnya memiliki rencana membangun kereta cepat rute Los Angeles dan San Fransisco. Namun rencana itu menuai perdebatan publik.

Yang menolak kereta cepat menilai apa fungsi kereta cepat setelah negara itu memiliki jaringan jalan tol dan pesawat udara yang sangat baik.

Sumber: kompas.com