Kontroversi, Lagi-lagi Prancis Tampilkan Karikatur Nabi Muhammad

Charlie Hebdo
Ilustrasi Samuel Paty dipenggal oleh seorang remaja 18 tahun. /Pixabay/PublicDomainPictures

IDTODAY.CO – Prancis memberikan penghormatan terhadap Samuel Paty, seorang pria yang dipenggal setelah menampilkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. Penghormatan tersebut diberikan dalam bentuk menampilkan Karikatur Nabi Muhammad SAW menggunakan proyektor di gedung pemerintahan daerah di Prancis.

Tepatnya, ditampilkan ke gedung balai kota di wilayah Occitanie, yakni Montpellier dan Toulouse dan berlangsung selama lebih dari empat jam pada Rabu malam, (21/10/2020).

Bacaan Lainnya

Beberapa jam sebelum karikatur ditampilkan di dua balai kota itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan, Paty sudah mewujudkan nilai-nilai Prancis. Bahkan, Paty dinilai sebagai pahlawan diam.

Macron juga menyatakan, Karikatur tersebut sebelumnya pernah diterbitkan oleh tabloid satire Charlie Hebdo, demikian dikutip dari Independent.

Macron menyebut Paty sebagai simbol nilai pencerahan Prancis dan perang melawan ekstremis Islam.

Bahkan, Macron mengklaim ekstrimis telah membunuh lebih dari 200 orang di Prancis selama perang dalam lima tahun terakhir

“Samuel Paty pada hari Jumat menjadi wajah republik kami, tekad kami untuk menghapuskan teroris, untuk hidup sebagai komunitas warga negara bebas di negara kami,” kata Macron sebagaimana dikutip dari The Wall Street Journal (24/10)

Diketahui, Paty dipenggal seorang pemuda berusia 18 tahun dengan pisau pada sore hari waktu setempat di sebuah jalan di Conflans Sainte-Honorine. Pasalnya, metode ajar Paty mendapat respons kontroversial.[The Wall Street Journal/brz/nu]

Pos terkait