Lima Negara Ini Diprediksi Jadi Superpower Dunia di 2050, Gak ada Indonesia!

Ilustrasi Brasil
Ilustrasi Brasil Foto: Shutter Stock

Kemunculan wabah virus corona atau COVID-19 menjadi pukulan besar untuk ekonomi seluruh negara di dunia. Meskipun begitu, ekonomi dunia diproyeksikan akan meningkat tajam selama beberapa dekade mendatang.

Dilansir BBC, riset yang dilakukan The World memprediksi beberapa negara berkembang akan menjadi negara superpower dibanding negara adidaya saat ini. Bahkan, menurut The World, pada tahun 2050 negara Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang akan disalip oleh negara berkembang, seperti Vietnam, Filipina, dan Nigeria.

Berikut lima negara yang berpotensi mengalami lonjakan besar dalam beberapa dekade mendatang berdasarkan riset The World.

  1. China

China menjadi negara yang menerima pukulan keras atas mewabahnya virus corona. Virus yang bersumber dari Wuhan ini diperkirakan telah menyebabkan kerugian mencapai 62 miliar dolar Amerika.

Namun, jauh sebelum virus corona menyerang China, Negara Tirai Bambu ini telah menjadi ekonomi terbesar di Asia. Hal itu terlihat dari keuntungan ekonomi besar-besaran selama beberapa dekade terakhir. Peningkatan ekonomi itu pun terpampang jelas di mata.

Penduduk China mengatakan, 15 tahun yang lalu sebelum perubahan terjadi, wilayah pemukiman mereka hanyalah ladang pertanian dan perkebunan. Kini wilayah tersebut disulap menjadi taman industri, pusat perbelanjaan, restoran, dan lalu lintas perkotaan.

Baca Juga:  Sebab Corona, Nyaris 2 Juta Pekerja Dirumahkan dan Kena PHK

Bukan hanya itu, Shanghai menjadi bukti dari pesatnya perkembangan ekonomi di China. Banyak pelaku bisnis yang tumbuh di lokasi ini, seperti John Pabon, warga Amerika Serikat yang merupakan pemiliki Fulcrum StrategicAdvisors, yang mengungkapkan bahwa Shanghai adalah kota wirausaha.

2. India

Negara dengan populasi terpadat kedua di dunia itu diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang signifikan selama tiga dekade mendatang. The World memperkirakan pertumbuhan ekonomi India akan meningkat rata-rata PDB 5 persen per tahun.

Riset tersebut juga menunjukkan bahwa pada tahun 2050 India akan menjadi salah satu negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Tidak hanya itu, India diproyeksikan menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia, menyusul Amerika Serikat dan akan menyumbang 15 persen dari total PDB dunia.

Pertumbuhan ekonomi India dirasakan oleh pelaku bisnis Travel di India, Saurabh Jindal. Menurut Jindal, pertumbuhan ekonomi telah menyebabkan banyak perubahan dalam gaya hidup masyarakat, perilaku, hingga perbincangan yang penuh wawasan.

Peningkatan juga akan terjadi pada kualitas tayangan televisi, telepon genggam, hingga merek mobil selama 15 tahun terkahir. Tidak hanya itu, saat ini perjalanan jalur udara semakin mudah diakses, dan kekayaan individual penduduknya juga meningkat.

Baca Juga:  Wah, Rumah Ini Hanya Dibandrol Rp17 Ribu, Kok Bisa?

3. Brasil

Pertumbuhan ekonomi yang dialami Brasil, diprediksi akan menjadikannya negara terbesar kelima di dunia pada tahun 2050. Beberapa tahun terakhir Brasil mengalami tantangan yang cukup besar dengan melawan inflasi dan mengendalikan korupsi yang menjangkit negara ini selama beberapa tahun terakhir.

Beberapa tantangannya memungkinkan Brasil menjadi pengadopsi awal teknologi. Walau di awal 2016 resesi menghantam negara tersebut, namun beberapa tanda pertumbuhan terlihat bermunculan.

Dengan potensi pertambangan, pertanian, dan manufaktur dunia, membuat Brasil mengalami peningkatan ekonomi yang cukup tinggi. Tidak hanya itu, sektor jasa dan pariwisata yang meningkat tajam juga menjadi salah satu faktor pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Di sisi lain, para pendatang dan wisatawan mengungkapkan bahwa negara ini memiliki penduduk yang sangat ramah. Mereka pun tak sungkan mengajarkan orang asing belajar bahasa mereka.

4. Meksiko

Pada tahun 2050, Meksiko diprediksi menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia. Peringkat tersebut melonjak dari posisi ke-11 saat ini. Manufaktur dan ekspor telah mendorong pertumbuhan ekonominya dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:  Ngaku Ventilator Surplus di AS, Donald Trump Sebut Siap Bantu untuk Indonesia

Travel blogger, Federico Arrizabalaga, mengatakan bahwa selama 10 tahun terakhir ekonomi Mexico terus meningkat. Hal itu terlihat dari harga bensin yang naik dua kali lipat dalam delapan tahun terakhir. Dan dalam 10 tahun terakhir, nilai peso Meksiko juga turun hingga 50 persen, dibandingkan dolar Amerika Serikat.

Selain itu, layanan kesehatan dan transportasi juga semakin mudah dijangkau, dibandingkan Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa. Setiap wilayah dan iklim di Meksiko juga mengalami perubahan. Warga lokal pun kini lebih terbuka dengan wisatawan.

5. Nigeria

Sebagai negara yang memiliki ekonomi terbesar di Afrika, Nigeria akan mengalami pertumbuhan yang pesat pada tahun 2050 dengan rata-rata 4,2 persen. Nigeria diprediksi akan naik delapan peringkat menjadi 14 dari posisi ke-22.

Selama ini, pemerintah Nigeria telah berjuang melawat korupsi dan mendorong usaha kecil yang dilakukan oleh masyarakatnya. Menurut data Global Entrepreneurship Monitor, lebih dari 30% penduduk Nigeria adalah wirausaha baru atau pemilik-manajer bisnis baru, di antara angka tertinggi di dunia.

Bahkan tantangan terbesar Nigeria terkait minimnya transportasi, kini telah tersegmentasi menjadi peluang bisnis. Negara ini membuat aplikasi Uber dan Okadas, transportasi ojek online, yang kini menjadi layanan transportasi paling banyak digunakan di Nigeria.

Dari kelima Negara di atas tidak disebutkan Indonesia, ntah kapan Indonesia akan jadi Negara maju seperti yang kita impikan bersama.

Sumber: kumparan.com