Miris, Janda di India “Angkut” Jenazah Suami Dengan Becak Karena Tidak Kebagian Ambulans

  • Whatsapp
Miris, Janda di India "Angkut" Jenazah Suami Dengan Becak Karena Tidak Kebagian Ambulans
Ilustrasi becak listrik di India.(Foto: AP PHOTO via TVNZ)

IDTODAYCO – Nasib miris dialami oleh seorang wanita India yang harus mendapati suaminya meninggal dunia di rumah sakit. Bukan itu saja, wanita tersebut harus membawa jenazah suaminya menggunakan becak listrik setelah tidak menemukan ambulans di rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi di kota Firozabad, negara bagian Uttar Pradesh, India beberapa hari yang lalu sebagaimana dikutip dari TVNZ, Minggu (2/5/2021.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Kualitas Buruk, Eropa Menangguhkan Pengiriman 10 Juta Masker Dari China

Baca Juga: Ingatkan Umat Islam, Habib Syech: Ngaku NU, Tapi Khutbah di Gereja Itu Bukan Ahlus Sunnah

Namun demikian tidak ada keterangan lebih lanjut kenapa wanita tersebut tidak mendapatkan layanan ambulan.

Di sisi lain, India saat ini sedang mengalami krisis oksigen setelah peningkatan kasus covid-19 dengan tidak terkendali.

Pemerintah mengerahkan kereta api bahkan mengirim angkatan udara dan angkatan laut untuk membawa tabung oksigen ke daerah yang paling parah terkena dampak Covid-19.

Baca Juga:  China Kerahkan Jenderal Perang Terganas Hadapi Ribuan Tentara India

Sejumlah rumah sakit di India berjuang untuk mengamankan pasokan oksigen stabil. Di sisi lain, banyak pasien Covid-19 yang meninggal karena kehabisan oksigen.

Baca Juga: Viral, Pramugari Cantik Momong Bayi Penumpang Yang Sedang Sakit, Auto Banjir Pujian

Bahkan, Pengadilan di New Delhi menyatakan, akan mulai menghukum pejabat pemerintah karena gagal mengirimkan oksigen.

Beberapa hari yang lalu, terdapat 12 pasien Covid-19, termasuk seorang dokter, meninggal di sebuah rumah sakit di New Delhi setelah kehabisan oksigen selama 80 menit.

Baca Juga:  Makin Tak Terkendali! Tentara India Dihantam Pasukan China di Ladakh

Banyak sekali surat kabar India yang melaporkan bahwa peningkatan infeksi Covid-19 telah mencapai puncak dan hampir tidak bisa tertangani dengan baik. Bahkan, beberapa orang ahli meyakini jumlah kasus kematian akibat virus ganas tersebut jauh lebih besar daripada Yang dilaporkan pihak pemerintah.

Baca Juga: Disebut Sesat Karena Orasi di Gereja, Gus Miftah: Saya Bersyukur Alhamdulillah

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.