Netanyahu Abaikan Keberadaan Negara Palestina dalam Rencana Pencaplolan Tepi Barat

PM Israel, Benyamin Netanyahu. Foto: RT
PM Israel, Benyamin Netanyahu. (Foto: RT/Indonesiainside.id)

IDTODAY.CO – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Ahad (7/6) menegaskan tidak akan menyetujui pembentukan negara Palestina sebagai bagian dari rencana aneksasinya. Menurut saluran televisi Channel 13, Netanyahu mengatakan rencana pencaplokan Tepi Barat akan dilaksanakan dalam beberapa minggu.

“Rencana aneksasi tidak akan mencakup pembentukan negara Palestina dan pemerintah pasti tidak akan menyetujuinya,” kata Netanyahu.

Dia menambahkan bahwa proses pemetaan untuk pencaplokan belum selesai. Israel rencananya akan mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki di bawah rencana yang disetujui oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sekutunya Benny Gantz, kepala partai Biru dan Putih.

Baca Juga:  Penggal Kepala Pria: Seorang Pendeta India Klaim Bisa Akhiri Pandemi Corona

Rencana itu muncul sebagai bagian dari “Kesepakatan Abad Ini” buatan Presiden AS Donald Trump yang diumumkan pada 28 Januari. Perdamaian buatan Trump itu merujuk Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tidak terbagi dan mengakui kedaulatan penjajah Israel atas sebagian besar Tepi Barat.

Rencana tersebut menyerukan pembentukan negara Palestina dalam bentuk kepulauan yang dihubungkan oleh jembatan dan terowongan. Para pejabat Palestina mengatakan bahwa di bawah rencana AS, Israel akan mencaplok 30-40 persen dari Tepi Barat, termasuk seluruh Yerusalem Timur.

Baca Juga:  Menteri Australia: Alat Tes Corona Asal China Berbahaya

Sumber: indonesiainside.id