Penggal Kepala Pria: Seorang Pendeta India Klaim Bisa Akhiri Pandemi Corona

Ilustrasi. (Foto: Reuters)
Ilustrasi. (Foto: Reuters/Okezone.com)

IDTODAY.CO – Pendeta Hindu dari daerah Bandhahuda di Odisha memotong kepala Saroj Kumar Pradhan yang berusia 52 tahun. Motif pembunuhan tersebut adalah persembahan untuk mengakhiri pandemi virus Corona dengan cara memberikan ketenangan terhadap seorang Dewi.

Diketahui, pendeta berusia 70 tahun tersebut bernama Sansari Ojha dari Kuil Brahmani Devi di wilayah kewenangan kantor polisi Narasinghpur di Cuttack.

Sansari diduga melakukan penyembelihan tersebut ketika sedang mabuk setelah menghisap ganja. Ia memenggal kepala Pradhan dengan kapak pada jam 1 pagi di kuil kuil setelah terlibat pertengkaran.

Baca Juga:  Di AS Kini Mencapai 102.396 Orang Terinfeksi, Jadi Pusat Wabah COVID-19 Dunia

Dalam keterangannya, Detektif Ashish Kumar Singh mengatakan Ojha mabuk berat pada saat itu dan menyerah kepada polisi pada hari yang sama setelah sadar.

Menurut pengakuan Ojha, dia diperintahkan oleh seorang dewi dalam mimpinya untuk mengorbankan manusia untuk mengakhiri pandemi.

“Pendeta itu mengklaim bahwa dia melihat seorang dewi dalam mimpinya dan diminta untuk mengorbankan nyawa manusia untuk mengakhiri virus corona,” kata perwira polisi sub-divisi Athagarh, Alok Ranjan Ray sebagaimana dikutip dari Daily Mail (31/5/2020).

Baca Juga:  Beredar Isu Brasil Beli Vaksin Sinovac Rp 29 Ribu, Padahal RI Rp 365 Ribu, Ternyata...

Alok mengkonfirmasi pemenggalan kepala tersebut bertujuan untuk menenangkan seseorang Dewi yang dipuja oleh Ojha.

“Karena itu, untuk menenangkan sang dewi, dia memenggal pria itu,” imbuhnya.

Hasil penyidikan polisi menunjukkan bahwa Ojha memiliki perselisihan yang lama dengan Pradhan tentang kebun mangga di Desa Bandhahuda. keduanya diketahui mengisap ganja sebelum pertengkaran itu terjadi.

Sementara itu, senjata yang digunakan Ojha telah disita dari kuil. Dan Jasad Pradhan telah dikirim untuk otopsi .[Brz]

Baca Juga:  Turki Bakal Bantu Bangun Ibu Kota Baru RI