Pertumbuhan Populasi China Melambat, Terinfeksi ‘Resesi Se*s’?

  • Bagikan
Pertumbuhan Populasi China Melambat, Terinfeksi 'Resesi Se*s'?
Foto: Ilustrasi bendera China. AP/

IDTODAYCO – Populasi penduduk Negeri Tirai Bambu mengalami pertumbuhan yang melambat. Hal itu diketahui dari hasil sensus satu dekade sekali yang dilakukan pada 1 November 2020.

Populasi China mencapai 1,41 miliar orang, naik lebih dari 4,67 juta orang pada 2019 lalu. Meskipun mengalami kenaikan secara matematis, tapi secara persentase pertemuan tersebut mengalami perlambatan.

Baca Juga: Kasihan, Pedagang Bakso ini Urung Mudik Karena Keder Penyekatan Berlapis

Baca Juga:  Bersejarah, untuk Pertama Kalinya Adzan Dikumandangkan di Sisi Stadion Wembley

Sebelumnya, pertumbuhan tahunan rata-rata 0,57% antara tahun 2000 dan 2010. Sedangkan selama 10 tahun terakhir, tingkat pertumbuhan tahunan China rata-rata adalah 0,53% . Berdasarkan hasil sensus nasional ketujuh, yang dirilis Selasa (11/5/2021). Sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia (12/5/21).

Angka kelahiran China terus menurun sejak 2017, meskipun Beijing melonggarkan “kebijakan satu anak” yang sudah disahkan selama puluhan tahun untuk mencegah krisis demografis di sana.

Baca Juga:  Karena Virus Corona, Media Prancis Ramai-ramai Puji Syariat Islam

“Data menunjukkan bahwa populasi China mempertahankan momentum pertumbuhan yang ringan dalam dekade terakhir,” kata Ning Jizhe, pejabat dari Biro Statistik Nasional, dikutip dari AFP.

Sebelumnya, Beijing tumbuh kekhawatiran tentang populasi China yang cepat menua dan menyusutnya tenaga kerja. Karenanya, mereka mengubah aturan keluarga berencana pada 2016 untuk memungkinkan keluarga memiliki dua anak.

Baca Juga: Kurang Diperhatikan, Puluhan Linmas di Klaten Copot Seragam dan “Mundur Berjemaah”

Baca Juga:  Cegah Kepungan Kapal Perang Cina, Taiwan Buat Armada Baru Kapal Selam

Namun demikian, kebijakan tersebut belum juga menghasilkan pertumbuhan jumlah populasi kelahiran sebagaimana diharapkan karena disebabkan penurunan angka pernikahan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu disebabkan banyak pasangan yang khawatir dengan mahalnya biaya membesarkan anak di kota besar yang menjadi penyebab para perempuan menunda atau bahkan menghindari kehamilan sama sekali.

Data tersebut seperti menyiratkan bahwa China sedang mengalami semacam “resesi se*s” yang terus mengalami penurunan selama satu dekade terakhir karena berbagai faktor yang kompleks.

Baca Juga:  Presiden Erdogan Tegaskan Tak Ada yang Bisa Rebut Tanah Palestina

Baca Juga: Jadi TKW di Taiwan, Wanita ini Tidur Sekamar dengan Majikan Pria

  • Bagikan