Potret Cantik Amman, Ibu Kota Muslim Tertua di Dunia

  • Bagikan
Potret Cantik Amman, Ibu Kota Muslim Tertua di Dunia
Kota Amman yang terletak di Jordania menjadi ibukota tertua di dunia/detik.com

IDTODAY.CO – Kota Amman yang terletak di Jordania menjadi ibukota tertua di dunia. Kota tersebut pernah menjadi pusat peradaban dunia pada zaman dulu.

Kota cantik tersebut bukan hanya menarik dari segi tata kelola kota dan arsitektur, tapi juga menjelma sebagai sebuah kota penting di Timur Tengah.

Kota yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi tersebut menjadi kota dengan penduduk mayoritas muslim. Karenanya, bahasa Arab menjadi bahasa ibu dan pemersatu di negara tersebut.

Baca Juga:  PSBB Dilonggarkan, Umat Islam Sambut Antusias Dibukanya Masjid-Masjid Di Senegal

Namun demikian sering perkembangan zaman banyak penduduk jordania yang sudah mampu berbahasa inggris dengan sangat fasihNamun demikian sering perkembangan zaman banyak penduduk jordania yang sudah mampu berbahasa Inggris dengan sangat fasih.

Kota aman berbeda dengan kota-kota besar lainnya di dunia. Karena hanya kota tersebut yang pernah menjadi ibukota sebuah negara di zaman lalu.

Corak arsitektur bangunan khas Timur Tengah akan memanjakan mata para pengunjung dari menjadi pemandangan utama yang akan menyambut mereka di Jordania.

Baca Juga:  Kutip Ayat Al-quran, Antonio Guterres Sambut Ramadhan Dengan Seruan Perdamaian

Baca Juga: Heboh! Crazy Rich Jogja Berburu Benda Klenik, Sediakan Duit Rp20 Miliar

Bahan bangunan yang digunakan adalah limestone dengan bentuk atap kotak-kotak. Hal ini berkaitan erat dengan munculnya peradaban di sana. Wilayah Amman mulai dibangun sejak era 7250 sebelum masehi. Ketika zaman kekuasaan Ammonites, Amman dikenal sebagai Rabbat-Ammon. Lalu ketika dikuasai oleh Graeco-Romawi dikenal dengan nama Philadelphia.

Baca Juga:  Sanjung Presiden Putin, Duterte: Saya Memiliki Kepercayaan Besar Pada Studi Corona di Rusia

Terdiri dari 19 bukit, wilayah Amman terbentang sepanjang 1.680 km persegi. Karena peninggalan sejarahnya, Amman menawarkan banyak destinasi wisata. Mulai dari kawasan Amman Citadel, di mana terdapat Kuil Hercules, teater Roma, sampai gereja bizantium abad ke 6, sampai sisa-sisa bangunan masjid dan ruang tunggu para khalifah.

Tak jauh dari Citadel, ada juga masjid Al Hussein, masjid bergaya Ottoman yang dibangun kembali pada tahun 1924 oleh raja Abdullah bin Al-Husseini. Dulunya, masjid ini adalah bekas tapak sebuah masjid tua yang dibangun pada tahun 640 Masehi oleh Khalifah Umar bin Khattab.

Baca Juga:  WHO: 9 Vaksin Corona Tengah Diuji Coba pada Manusia

Tatapannya makan salah satu sahabat rasulullah yang bernama bila bin rabah semakin menambah popularitas kota tersebut bagi para pengunjung. Terdapatnya makan salah satu sahabat Rasulullah yang bernama Bilal bin Rabah semakin menambah popularitas kota tersebut bagi para pengunjung.

Ditambah juga gua yang diyakini oleh masyarakat Yordania sebagai gua tujuh orang tertidur sebagaimana diceritakan dalam Al Quran surat Al Kahfi. Di gua itu juga terdapat sisa-sisa Romawi dan Bizantium.

Baca Juga:  Jadi Pusat Perekonomian Israel, Iran Ancam Serang Haifa

Akan tetapi, Jordania saat ini sudah jauh dari kesan kuno dan telah menjadi sebuah kota modern. Kota tersebut menjadi tujuan wisatawan asing karena para penduduknya yang terkenal sangat toleran dan jarang sekali terjadi konflik atas dasar agama.

Bahkan, tak jarang Amman menjadi lokasi perundingan negara-negara yang terlibat konflik. Indonesia bahkan pernah menggunakan Amman sebagai lokasi pelantikan konsul kehormatan RI di Palestina. Tepatnya, ketika Menlu Retno Marsudi dilarang masuk ke Palestina oleh Israel, sehingga akhirnya pelantikan terjadi di Amman.

Baca Juga:  Beredar Kabar Kim Jong Un Meninggal Dunia

Kota tersebut terbilang cukup padat, karena berisi setengah dari populasi Jordania secara keseluruhan. Namun demikian, kota tersebut tidak mencederai gelar Amman sebagai kota paling aman di dunia.

Baca Juga: Temukan Koin Kuno dari Abad ke 2 SM, Seorang Pensiunan Polisi Kaya Mendadak

  • Bagikan