PSBB Dilonggarkan, Umat Islam Sambut Antusias Dibukanya Masjid-Masjid Di Senegal

PSBB Dilonggarkan, Umat Islam Sambut Antusia Dibukanya Masjid-Masjid Di Senegal
Presiden Senegal Macky Sall saat tiba di Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, India, Rabu, 28 Oktober 2015.( Foto: AP Photo /Tsering Topgyal)

IDTODAY.CO – Presiden Senegal, Macky Sall, mengatakan, umat Muslim bisa kembali menggelar salat berjamaah di masjid. Kebijakan ini seiring dengan pelonggaran pembatasan karena virus corona.

Meski demikian harus tetap menjaga protokol kesehatan, salah satunya jaga jarak (physical distancing).

Bacaan Lainnya

Atas kebijakan pelonggaran tersebut Umat Islam sangat antusias menyambutnya. Diketahui lebih dari 90 persen penduduk Senegal yang sebanyak 16 juta jiwa merupakan Muslim.

Tampak di Ibu Kota Dakar para jemaah berbondong-bondong menuju Masjid Massalikul Jinaan yang merupakan masjid terbesar di Afrika bagian barat. Mereka mengikuti salat Jumat pertama yang diadakan setelah 2 bulan sebelumnya tak bisa dilakukan. Seperti dikutip dari kumparan (16/05/2020) yang melansir dari AFP.

Juru bicara Masjid Massalikul Jinaan, Mor Daga Sylla, mengatakan para jemaah tetap harus mengikuti protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak minimal 1 meter.

“Kami tidak kenal kompromi,” kata Sylla.

Begitu juga terlihat pemandangan yang sama di masjid-masjid di pinggiran Dakar, Mbao. Masjid-masjid menyediakan air dan sabun yang diletakkan di tempat wudu.

Walaupun begitu, tidak semua masjid-masjid yang ada di Senegal membuka pintu untuk jemaah. Masjid-masjid besar di ibukota, seperti Masjid Agung Dakar dan masjid Cheikh Oumar Foutiyou, masih tutup karena menilai masih ada risiko penyebaran virus corona.

Sejauh ini, di Senegal telah mengkonfirmasi 2.310 kasus positif corona di mana 25 pasien di antaranya meninggal dunia.[Aks]

Pos terkait