Sambil Terisak, Pria Rohingya Mengaku dipaksa Petugas Bangladesh Pindah ke Pulau Terpencil
Para pengungsi Rohingya dipindahkan ke pulau terpencil di Bangladesh. (Foto: daily sabah)

Sambil Terisak, Pria Rohingya Mengaku dipaksa Petugas Bangladesh Pindah ke Pulau Terpencil

IDTODAY.CO – Seorang pejabat kelautan Bangladesh menerangkan bahwa Lebih dari 1.600 pengungsi Rohingya hari ini berlayar dari pelabuhan Chittagong di wilayah selatan Bangladesh menuju pulau terpencil Bhasan Char di kawasan Teluk Benggala.

Para pengungsi yang dipindahkan tersebut menaiki tujuh kapal, dengan dua kapal lainnya yang membawa barang kebutuhan. Mereka berjajar duduk di kursi plastik biru, di bawa pengawasan para staf pelaut berseragam, seperti terlihat dalam gambar yang diambil dari atas salah satu kapal tersebut

Otoritas Bangladesh menyebut bahwa mereka hanya memindahkan para pengungsi yang bersedia pergi dan bahwa pemindahan ini akan mengurai masalah kelebihan kapasitas di kamp yang dihuni oleh lebih dari satu juta orang Rohingya.

Sejumlah pengungsi dan pekerja kemanusiaan mengatakan bahwa sebagian pengungsi tersebut dipaksa pergi ke Bhasan Char, pulau rawan banjir yang muncul ke permukaan pada 20 tahun lalu.

“Pemerintah tidak membawa satu orang pun ke Bhasan Char secara terpaksa. Kami mempertahankan sikap ini,” kata Menteri Luar Negeri Bangladesh Abdul Momen, Kamis (3/12) malam, seperti dilansir Antara mengutip Reuters, sebagaimana dikutip dari Merdeka.com (4)12).

Menurut keterangan dua pengungsi yang dipindahkan kepada Reuters, nama mereka muncul di dalam daftar tanpa persetujuan mereka terlebih dahulu. Bahkan, para pekerja kemanusiaan mengatakan bahwa para petugas menggunakan ancaman dan bujukan untuk menekan para pengungsi agar mau pergi.

Baca Juga:  Puluhan Ribu Orang di Bangladesh Gelar Aksi Demo Boikot Produk Prancis

Dalam pernyataan kepada Reuters melalui telepon, salah seorang pria pengungsi berusia 31 tahun sambil menangis ketika menaiki bus dari kamp dekat Cox’s Bazar mengatakan, “Mereka membawa kami ke sini dengan paksaan,” jelas pria tersebut.

“Tiga hari lalu, ketika saya mendengar keluarga saya terdapat di dalam daftar, saya kabur dari blok, tetapi kemarin saya tertangkap dan dibawa ke sini,” kata dia menegaskan.[merdeka/brz/nu]

Tulis Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.