Setelah Trump Ancam Putus Hubungan Dengan China, Kali Ini Giliran China Desak AS Bayar Hutang ke PBB

  • Whatsapp
Setelah Trump Ancam Putus Hubungan Dengan China, Kali Ini Giliran China Desak AS Bayar Hutang ke PBB
Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump. REUTERS

IDTODAY.CO – Ketegangan antara as dan China kian memanas. Jika sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutus hubungan dengan China. Kali ini giliran China yang mendesak AS agar segera membayar kewajibannya ke Persatuan Bangsa-bangsa atau PBB. China menyebut AS masih berutang lebih dari USD 2 miliar ke PBB. 

China juga menyerukan kepada seluruh negara anggota agar “secara aktif memenuhi kewajiban keuangan kepada PBB,”. 

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Menlu UEA: Umat Islam Harus Hati-hati Dengar Pernyataan Macron

“Pada 14 Mei, total dana yang belum dibayar di bawah anggaran rutin PBB dan anggaran pemeliharaan perdamaian masing-masing sekitar USD 1,63 miliar dan USD 2,14 miliar,” ujar perwakilan China mengutip laporan dari kantor Sekretaris Jenderal PBB dalam pertemuan yang diadakan Kamis (14/5) waktu setempat. Seperti dikutip dari kumparan (16/05/2020) yang melansir dari AFP.

China bersama 49 negara anggota lainnya saat melakukanpertemuan dengan PBB, membayar kontribusi mereka kepada PBB. China berkontribusi atas 12 persen dari biaya operasional PBB dan 15 persen dari anggaran perdamaian. Meski demikian tak disebut berapa nominal spesifik yang dibayar China. 

Baca Juga:  Menteri Kesehatan Israel Dan Istrinya Ikut Positif Virus Corona

Selain dari China dan 49 negara lainnya, ada sekitar 143 negara anggota yang disebut belum membayar kewajiban mereka, termasuk AS.

China menegaskan bahwa AS merupakan negara yang memiliki utang terbesar kepada PBB. “AS adalah pengutang terbesar dengan jumlah USD 1,165 miliar dan USD 1,332 miliar,” bunyi pernyataan China. 

Terhadap desakan China tersebut, belum ada tanggapan dari perwakilan AS.

Baca Juga:  Tentara Pembebasan China Sebut tindakan AS membahayakan kedaulatan China

Diketahui bahwa AS merupakan pendonor terbesar PBB. AS sejauh ini berkontribusi atas 22 persen biaya operasional PBB atau sekitar USD 3 miliar per tahun dan 25 persen dari anggaran perdamaian PBB atau sekitar USD 6 miliar per tahun.[Aks]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.