Ternyata Obat Malaria Ampuh Tumpas Corona, Ini Buktinya..

  • Whatsapp
TABUNG tes darah
TABUNG tes darah dengan label keterangan positif 2019-nCoV atau virus corona COVID-19. (Foto: REUTERS)

Sejak datangnya penyakit dengan nama Virus Corona atau COVID-19 merong-rong berbagai Negara di seluruh belahan dunia, banyak pula obat alternatif yang sinyalir ampuh mengobatinya.

Obat Malaria. Ya, obat malaria adalah salah satu obat yang memang santer dikabarkan dapat menjadi penangkal Virus Corona COVID-19. Hal itu pula yang membuat pemerintah Indonesia mendatangkan obat malaria tersebut dari China plus denan beberapa peralatan kesehatan lainnya.

Bacaan Lainnya

Yang menjadi masalah, kemujaraban obat ini untuk menangkal Virus Corona COVID-19 masih menjadi perdebatan. Bahkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan obat malaria salah satunya jenis hydeoxychloroquine belum teruji dapat menjadi penawar virus mematikan ini.

Namun terlepas pro-konra yang terjadi, pengakuan pria asal Florida ini bisa menjadi bukti terbaru. Pria yang diketahui bernama Rio Giardinieri (52 tahun) ini mengaku berhasil sembuh karena menenggak pil obat malaria hydeoxychloroquine.

“Obat ini (hydeoxychloroquine) menyelamatkan ku,” kata Rio Giardinieri kepada Foxnews, Senin 23 Maret 2020.

Dalam kesempatan itu, Rio juga membeberkan kondisnya saat ia terpapar COVID-19. Ia mengaku mengalami sakit punggung yang sangat sakit, kepala pusing, mual dan selalu haus. Ia langsun memeriksakan diri ke Rumah Sakit Joe DiMaggio dan ternyata positif COVID-19.

“Saya berada di titik di mana saya hampir tidak dapat berbicara dan bernafas. Saya benar berpikir ini akhir hidup saya. Saya selama sembilan hari kesakitan dan bagi saya, berakhir sudah. Bahkan saya sempat menghubungi beberapa teman dan keluarga untuk mengucapkan perpisahan,” beber Rio Giardinieri.

Di tengah rasa pasrah yang menggelayutinya, Rio mendapat informasi dari temannya bahwa obat malaria dapat menjadi penangkal. Akhirnya ia mengkonsumsinya dan mendapatkan hasil yang menggembirakan. Ia dinyatakan sembuh.

Namun bukti baru lewat klaim pria asal Amerika Serikat ini memang tidak dijelaskan secara ilmiah atau telah mengikuti serangkaian test mendalam. Namun apapun itu, semua pantas di coba selama masih aman dikonsumsi.

Sumber: viva.co.id

Pos terkait