Terusan Suez Merugi Rp 138 Triliun per Hari Akibat Kapal Besar Kansas

  • Whatsapp
Terusan Suez Merugi Rp 138 Triliun per Hari Akibat Kapal Besar Kansas
Gambar handout satelit yang dirilis oleh Planet Labs Inc pada Rabu 24 Maret 2021, menunjukkan MV 'Ever Given' (Evergreen) milik Taiwan, kapal kontainer dengan panjang 400 meter dan lebar 59 meter, menghalangi semua lalu lintas di seberang jalur air Terusan Suez Mesir. (Foto: AFP/Planet Labs)

IDTODAY.CO – Tragedi yang terjadi akibat MV Ever Given, kapal kontainer besar yang kandas di Terusan Suez menyebabkan kerugian sekitar US$ 9,6 miliar (Rp 138 triliun). Kerugian tersebut diakibatkan terhentinya lalu lintas laut tarian di laut tersebut.

Seperti dilaporkan Bloomberg, Kamis (25/3), angka tersebut didasarkan pada penilaian oleh Lloyd’s List yang menunjukkan lalu lintas ke arah barat bernilai sekitar US$ 5,1 miliar (Rp 73,7 triliun) per hari dan lalu lintas ke arah timur sekitar US$ 4,5 miliar (Rp 65 triliun).

Baca Juga: Tragis, Gadis Pemandu Lagu, Ditabrak Truk Diperkosa Penjaga Kafe Hingga Tewas

Meskipun jumlah tersebut merupakan perhitungan dasar sebagaimana dilaporkan salah satu jurnal industri. Tapi yang pasti setidaknya terdapat 185 kapal yang menunggu untuk transit di jalur air.

Baca Juga:  Dipercaya Bisa Menangkal Corona, Kelompok Hindu India Pesta Urine Sapi

Sekitar 50 kapal per hari menggunakan jalur air, dan pada 2019 kontainer menyumbang sekitar 53% dari tonase transit.

Menurut Analis Pengangkutan Senior Vortexa Arthur Richier, sekitar 13 juta barel minyak mentah di 10 kapal tanker dapat terpengaruh oleh gangguan tersebut. Dikatakan, ada juga sembilan kapal yang membawa produk minyak bumi bersih, bersama dengan biodiesel, duduk di luar Suez, menunggu kembalinya konvoi ke utara.

Baca Juga: Resmi, Pemerintah Larang Mudik Idulfitri!

Sejauh ini, upaya oleh kapal tunda dan penggali untuk menyingkirkan Ever Given – kapal sepanjang 400 meter yang terjepit di kanal pada Selasa – telah gagal.

Menurut agen pengiriman Inchcape yang mengutip Otoritas Terusan Suez, upaya untuk mengapung kembali kapal telah ditangguhkan hingga Kamis (25/3) pagi di Mesir. Sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com (26/3).

Baca Juga:  Sambil Terisak, Pria Rohingya Mengaku dipaksa Petugas Bangladesh Pindah ke Pulau Terpencil

Sementara itu berdasarkan data dari unit Intelijen Pasar Global S&P Panjiva, yang mengutip data VesselFinder,

AP Moller-Maersk A / S, Mediterranean Shipping Co., Ocean Network Express Pte dan Yang Ming Marine Transport Corp memiliki kapal di kanal tersebut.

Baca Juga: Dinikahi Majikan Arab, TKW Madura Jadi Janda Kaya Raya, Rumahnya Kayak Hotel

Pos terkait