Wow! Hanya jualan”Batu”, Desa Ini Mampu Meraup Penghasilan Rp44 Miliar

  • Bagikan
Wow! Hanya jualan"Batu", Desa Ini Mampu Meraup Penghasilan Rp44 Miliar
Desa Ini Hasilkan Puluhan Miliar Rupiah Per Tahunnya Dari Batu. (Foto: Oddity Central)

IDTOPIK.COM – Bisnis batu hias dapat menjadi alternatif usaha dengan penghasilan yang sangat menggiurkan. Hal itu sudah dibuktikan salah satu desa kecil di China yang berhasil meraup penghasilan puluhan miliar rupiah setiap bulan.

Bahkan, dalam satu tahun, desa kecil tersebut berhasil mengumpulkan 20 juta yuan atau sekitar Rp44,58 miliar. Akan tetapi, batu hias yang mereka jual batu sembarangan yang banyak ditemui di pasaran.

Baca Juga:  Tak Pakai Masker, 3 Pemuda Dimasukkan ke Dalam Ambulance Berisi Pasien Covid-19?

Baca Juga: Ibu Ancam Bunuh Diri, Iman Mualaf Cantik Ini Tidak Goyah

Dikutip dari Oddity Central, Sabtu 24 April 2021, desa ini bernama Desa Hejiana. Lokasinya tepat berada di Sungai Yangtze, Sichuan, Tiongkok. Desa ini dikelilingi oleh pegunungan hijau yang tertutup hutan. Keindahannya membuat desa ini didatangi turis dari manca negara setiap tahunnya.

Namun, pariwisata bukanlah pemasukan utama lokal desa Hejiba. Warganya menggantungkan hidup dari penjualan batu sungai hias. Batu-batu yang dijual berukuran besar-besar tidak seperti giok kecil untuk kalung atau cincin.

Baca Juga:  Presiden Ceko Ganti Menteri Kesehatan Karena Langgar Aturan Corona

Batu tersebut merupakan batu hias yang didapatkan warga desa saat musim kemarau di Sungai Yangtze. Batu ini didapatkan antara Februari-April.

Ada lebih dari 3 ribu hektar pantai batu sungai berkerikil yang membentang hampir 10 kilometer sepanjang tepi sungai, jadi ada banyak batu yang dapat disusuri. Sayangnya, agak sulit untuk menemukan batu yang mahal.

Baca Juga: Alhamdulillah, 27 Imam Masjid Indonesia Berhasil Terpilih Menjadi Imam UEA

Baca Juga:  Israel Halangi Azan di Masjid Al-Aqsa, Yordania Mengecam

Ratusan penduduk desa biasanya akan menyisir tepian sungai untuk mendapatkan batu hias tersebut secara perorangan ataupun bergerombol.

Batuan dari desa Hejiaba bisa terkenal di kalangan kolektor batu karena memiliki pola batu yang menarik. Beberapa di antaranya memicu pareidolia dari orang yang melihat. Ada juga yang memiliki pola hampir geometris, kemudian yang lain indah untuk dilihat.

Batu bata tersebut kemudian akan dibina untuk menyeleksi batuan yang memiliki harga jual tinggi. Kode pos tersebut dilakukan oleh para lelaki yang telah berusia diatas 30 tahun dan memiliki kemampuan mendeteksi dan menafsir harga bebatuan tersebut.

Baca Juga:  Beri Sanksi Turki, AS Nilai S-400 Rusia Ancam Pesawat Siluman F-35

Para pekerja atau lelaki itu nantinya akan membersihkan batu. Batu akan ditempatkan di rak kayu khusus dan kemudian akan dijual ke pihak yang berkepentingan dengan harga yang sesuai dengan jenis batuannya.

Satu batu yang sangat berharga bisa saja dijual dengan harga ribuan yuan bahkan puluhan hingga ratusan ribu yuan. Salah satu batu bernama ”Difficult Shu Road” dilaporkan dijual seharga 100 ribu yuan atau setara dengan Rp227 juta.

Baca Juga:  Prihatin, 25 Juta Warga Iran Terinfeksi Covid-19!

Bisnis batu tersebut menjadi pusat perhatian media. Pasalnya, telah menjadi pusat kehidupan penduduk desa terpencil yang menentukan penghasilannya pada batu-batu hias tersebut.

Setiap bulan Februari tiba,  para penduduk akan menunggu batu-batu tersebut mengalir ke desa mereka. Sungai Yangttze akan membawa bebatuan berharga tersebut hingga ke desa Hejiaba.

Baca Juga: Indonesia Memiliki Tanaman Pisang Terbesar Di Dunia, Tingginya Capai 15 Meter

Baca Juga:  Organisasi Kemanusiaan Dari Indonesia Bantu Korban Konflik Di New Delhi
  • Bagikan