Budi Karya Terinfeksi, Pengamat minta Jokowi dan Para menteri di Isolasi Ke Pulau Seribu

Kabinet kerja Presiden Joko Widodo
Kabinet kerja Presiden Joko Widodo, Foto: harianhaluan.com

IDTODAY.CO – Kasus infeksi virus corona baru Indonesia semakin meluas, penyebaran Covid-19 itu sudah mengjangkit Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagaima disampakainMenteri Sekretaris Negara Pratikno pada Sabtu malam saat konfrensi pers.

Dalam dua hari terakhir, diberitakan kondisi kesehatan Budi Karya Sumadi semakin memburuk. Sebagaimana dikutip dari rmol.id pada (15/3/2020)

bukan itu saja, yang lebih mengkhwatirkan adanya kabar yang menyebutkan bahwa pada Rabu 11 Maret 2020,  Budi Karya bertemu dengan para pejabat tinggi Republik Indonesia dalam dua Rapat Terbatas di Istana Negara.

Bacaan Lainnya

Presiden Joko Widodo dan dihadiri sejumlah menteri seperti Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mendagri Tito Karnavian, dan Menkumham Yasonna M Laoly, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, KSP Moeldoko, Menkeu Sri Mulyani, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Budi K Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri LHK Siti Nurbaya, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Idham Azis berada satu forum dengan Budi Karya.

Syahganda Nainggolan, Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle menutukan, apabila melihat fakta diatas, seharusnya, Presiden Jokowi dan seluruh anggota kabinetnya diisolasi di Kepulauan Sebaru, Kepulauan Seribu, sampai menjadi jelas status kesehatan mereka tentang Covid-19  sama seperti WNI eks Wuhan dan lain sebagainya.

“Hal ini sesuai dengan standar yang sama diberlakukan kepada WNI eks Wuhan, eks kapal pesiar Dream World, eks kapal pesiar Diamond,” ujar Syahganda.

disamping alasan untuk memastikan status kesehatan, isolasi tersebut merupakan bentuk perlakuan yang sama terhadap Jokowi dan para menteri dengan rakyat Indonesia lainnya.


“Rakyat Indonesia tidak boleh melihat perlakuan istimewa pada elit-elit negara, apalagi untuk hal yang membahayakan dan bisa merugikan seluruh bangsa,” tutup Syahganda.

Sumber: Rmol.id
Editor: Bahrur Rozy

Pos terkait