Ini Penjelasan Satgas soal Angka Kematian Corona RI Lebihi Rata-rata Dunia

Ini Penjelasan Satgas soal Angka Kematian Corona RI Lebihi Rata-rata Dunia
Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

IDTODAY.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan rata-rata kematian akibat Corona di Indonesia lebih tinggi dari rata-rata dunia. Satgas Penanganan COVID-19 menjelaskan kematian akibat Corona di Indonesia selain akibat penularan Corona juga bersumber dari kelompok rentan.

“Kalau dilihat dari angka kematian di Indonesia yang sudah 3,7 persen dibanding dunia yang sudah 2,99 persen, angka kematian yang besar biasanya terjadi pada kelompok rentan ini,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/9). Seperti dikutip dari detik.com (29/09/2020).

Bacaan Lainnya

Wiku mengatakan bahwa angka kematian ini juga berkaitan dengan angka penularan yang ada di Indonesia. Menurutnya rata-rata angka kematian ini bisa ditekan jika angka penularan Corona di Indonesia juga ditekan.

“Dalam rangka menekan angka kematian, ini harusnya dimulai dengan menekan angka penularan, kembali saya ingin tekankan pada seluruh lapisan masyarakat akan memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protkol kesehatan,” ucapnya.

Menurut Wiku, cara yang bisa dilakukan agar menurunkan rata-rata kematian akibat Corona di Indonesia yakni dengan menghindari kelompok rentan dan yang memiliki komorbid dari kemungkinan tertular. Apabila hal ini dapat dihindari, maka rata-rata kematian di Indonesia bisa turun dan setara dengan dunia.

“Semakin kita hindari kekompok rentan yaitu usia lanjut dan komorbid untuk tertular maka potensi angka kematian untuk diturunkan itu besar, kalau kita lindungi kelompok resiko tinggi ini untuk tidak tertular kita potensial untuk bisa segera sama dengan kondisi di dunia untuk sama rendahnya untuk angka kematian,” ujarnya.

Adapun terkait rata-rata kasus aktif Corona di Indonesia yang lebih rendah dari dunia. Dia menyebut ini bisa terjadi karena testing dan tracing yang dilakukan secara masif oleh pemerintah.

“Rendahnya persentase rata-rata kasus aktif COVID-19 di Indonesia dibandingkan dunia ini disebabkan karena memang pemerintah Indonesia melakukan testing dan tracing, walaupun saat ini testing belum mencapai target yang ditentukan WHO secara nasional, meski beberapa daerah sudah bisa mencapainya seperti tadi kami sebutkan 5 provinsi, ini angka ini terus didorong menjadi lebih baik dan ini pasti akan berkontribusi dengan kasus aktif yang rendah di Indonesia,” papar Wiku.

Apabila kondisi ini dapat dipertahankan, maka potensi kesembuhan Corona di Indonesia juga akan meningkat.

“Ini pasti akan berkontribusi dengan kasus aktif yang rendah di Indonesia, karena treatment atau reaksi berikutnya adalah merawat mereka sehingga potensi kesembuhan akan meningkat,” imbuhnya.[detik/aks/nu]

Pos terkait