Kasus Corona di Bali Terus Melonjak, Ini Analisis Ahli Wabah UI

Kasus Corona di Bali Terus Melonjak, Ini Analisis Ahli Wabah UI
Paparan Epidemiolog UI, dr Iwan Ariawan. (Foto: Youtube/Tribun Borneo)

IDTODAY.CO – Ahli epidemiolog Universitas Indonesia Iwan Ariawan analisisnya terkait terjadinya peningkatan kasus infeksi virus corona di Bali. Iwan memaparkan, berdasarkan data yang ia miliki, terjadinya peningkatan kasus infeksi corona di Bali dimulai saat Bali membuka diri untuk wisatawan domestik tanggal 31 Juli lalu.

“Kita lihat Bali membuka turis domestik 31 Juli, itu hari libur Idul Adha, orang ke Bali (kasus) naik, dari luar ya, apa yang terjadi dengan kasus COVID-19? kasus COVID-nya ikut naik. Kemudian turun lagi,” kata Iwan Ariawan dalam Webinar Nasional Seri 2 KSDI: “Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi, Minggu (20/9). Seperti dikutip dari kumparan (20/09/2020).

Bacaan Lainnya

Kemudian, saat libur 17 Agustus dan libur 1 Muharram pada 20 Agustus lalu, peningkatan kasus pun kembali terjadi.

“Libur 17 Agustus dan Tahun Baru Islam, ini orang yang ke Bali naik lagi, di sini kasusnya tak turun meski para turis domestik udah turun. Kenapa? karena sudah mencapai angka penyebaran di populasi lokal sudah berjalan, sehingga kasusnya naik terus,” lanjut Iwan.

Menurut Iwan, apabila tidak ada PSBB maka satu-satunya cara untuk menekan penyebaran virus adalah dengan protokol kesehatan yang ketat mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Ia juga menekankan pentingnya pelacakan kontak dan tes masif virus corona.

“Satu lagi yang sering kelupaan, tes, lacak, isolasi, kenapa saya bilang kelupaan? ini saya cari indikatornya, sangat sulit kalau kita cari berapa sih rasio tes lacak masing2 provinsi di Indonesia, sangat sulit datanya karena tidak wajib dilaporkan,” lanjut Iwan.

Untuk diketahui,  berdasarkan data Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19, per hari ini Minggu (20/9), jumlah kasus positif secara kumulatif terkonfirmasi  7.749 orang. Sementara yang sembuh 6.338 orang (81,79%), dan yang meninggal dunia 216 orang (2,79%).[

Pos terkait