Impian Bertemu Ustadz Abdul Somad Terwujud, Mualaf Cantik Korea Selatan Ayana Moon Merasa Terhormat

  • Whatsapp
Mualaf Cantik Korea Selatan Ayana Moon

IDTODAY.CO – Mualaf asal Korea Selatan, Ayana Jihye Moon, akhirnya mampu mewujudkan salah satu impiannya.

Selebgram asal Korea Selatan ini sudah lama ingin bertemu dengan Ustaz Abdul Somad.

Bacaan Lainnya

Ia mengaku menidolakan sosok ustaz asal Riau itu.

Ayana mengunggah momen pertemuan dengan sang ustaz di akun instagramnya.

Dia menulis, dirinya begitu merasa terhormat mendapatkan kesempatan bertemu UAS.

“Akhirnya saya bisa bertemu Ustadz Abdul Somad.

Sebenarnya saya ingin sekali bertemu Ustadz sejak dulu tapi belum diberi kesempatan,” tulis Ayana di akun @xolovelyayana, dikutip Warta Kota, Kamis (5/3/2020)

“ Saya merasa terhormat bertemu dan bisa memberi buku saya untuk Ustadz Abdul Somad.

Terima kasih saya sudah diizinkan foto bersama @ustadzabdulsomad_official,” imbuhnya.

Dalam kesempatan pertemuan itu, Ayana menyerahkan buku karyanya yang baru saja dilaunching kepada sang ustaz.

Sementara  Ustaz Abdul Somad di akun instagramnya juga membagikan momen ketika bertemu dengan Ayana Moon.

Ustaz Abdul Somad mengajak netizen membaca kisah hidup Ayana Moon yang kini telah masuk Islam dan menjadi seorang mualaf.

Bagaimana Ayana Moon tertarik dengan Islam hingga memutuskan jadi mualaf semuanya dikisahkan dalam sebuah buku yang turut dibagikan kepada  Ustaz Abdul Somad.

Dalam foto yang di ungggah di akun ustadzabdulsomad_official’s,  sang ustaz dan Ayana tampak memegang buku berjudul Ayana Journey to Islam. 

Ustaz Abdul Somad mengatakan Kita perlu tau, Bagaimana mereka dipilih Allah menemukan Iman.

Karena kita tidak melalui jalan itu.

Diketahui Ayana Moon memiliki nama lengkap Ayana Jihye Moon.

Dia merupakan warga Korea Selatan.

Semenjak memutuskan menjadi seorang mualaf, penampilan Ayana Moon yang berhijab sukses mencuri perhatian.

Ia terlihat begitu cantik.

Wanita kelahiran 28 Desember 1995 ini memutuskan untuk menjadi mualaf setelah penasaran dengan agama Islam.

Setelah menjadi mualaf, Ayana Moon lebih sering terlihat di Indonesia atau di Malaysia untuk menimba ilmu agama.

Meskipun terlahir dalam keluarga berada dan mapan, Ayana merupakan seorang ateis.

Bahkan setelah mengucap syahadad, tak ada perbedaan signifikan yang Ayana rasakan.

Namun seiring berjalannya waktu belajar Islam, Ayana bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Saat merasa mendapat ujian berat dan merasa sendiri, Ayana yakin ada alasan dibalik semua itu.

Bahkan, Ayana tidak berpaling dari Islam.

Baru-baru ini juga meluncurkan buku berbahasa Indonesia dengan judul “Ayana, Journey to Islam”.

Buku terbitan kelompok Gramedia ini dilaunching pada 1 Maret 2020 di Jakarta Convention Center.

Ayana memutuskan untuk mendonasikan seluruh keuntungan pribadinya untuk kalangan yang membutuhkan bantuan.

“Terima kasih semua sudah membuat hari spesial ku semakin spesial.

Kemarin saya bisa meluncurkan buku berkat restu kalian semua.

Harapanku, semoga bukuku bisa sampai ke lebih banyak orang, tentunya dalam hal yg positif.”

“Dan juga, aku harap seluruh pembaca #AyanaJourneytoIslam juga merasa terhormat & bangga karena seperti janjiku, seluruh keuntungan pribadiku dari buku pertama ini, akan aku donasikan.

Jadi aku sangat menghargai partisipasi kalian di kegiatan yg baik ini.”

InsyaAllah there will be some more events about my first book #AyanaJourneytoIslam , stay tuned and Buku ku sudah tersedia di semua toko GRAMEDIA.”

Ayana Moon mengaku dirinya sangat nyaman tinggal di Indonesia daripada negara kelahirannya.

Hal itu karena ia bisa bebas belajar mempelajari dan mempraktikkan Islam.

“Saya merasa lebih nyaman di Indonesia daripada Korea Selatan.

Saya punya kebebasan belajar Islam,” kata Ayana dalam peluncuran buku “Ayana Journey to Islam” di Islamic Book Fair (IBF) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Kecintaannya pada Indonesia membuat Ayana memutuskan tinggal di Indonesia.

Baginya, Indonesia merupakan rumah kedua.

Ayana merasa Indonesia memiliki suasana yang Islami, orang-orang yang ramah, dan kuliner yang enak.

Berbicara masalah makanan, rupanya Ayana sudah memiliki makanan favorit.

Bukan nasi goreng atau rendang, Ayana justru menyukai ayam penyet, yakni hidangan ayam dengan sambel pedas.

“Karena makanannya enak, saya paling suka ayam penyet,” ujar Ayana.

Indonesia membuat Ayana bisa belajar tentang Islam secara langsung di mana saja.

Ayana bisa mengenakan hijab dengan leluasa. Kemudian, dia juga bisa menemukan makanan halal di mana saja.

Ayana bisa menghadiri berbagai kajian dengan teman-temannya.

“Belajar Islam yang tadinya susah di Korea, tapi di sini mudah,” kata Ayana.

Sumber: tribunnews.com

Pos terkait