Ini Bukti Ilmiah Bahwa Nabi Musa Benar-Benar Membelah Laut Merah

Ilustrasi laut terbelah. Foto: pixabay/Iforce

IDTODAY.CO – Setiap nabi dan rasul yang diutus oleh Allah SWT selalu diberi keistimewaan berupa mukjizat yang bisa meningkatkan keimanan dari para pengikutnya. mukjizat-mukjizat tersebut selalu disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan tantangan yang dihadapi oleh para nabi dan rasul utusannya tersebut.

Mukjizat itu bisa berupa kekuatan supranatural diluar nalar manusia yang berupa kitab pedoman maupun berbentuk fisik seperti yang dianugerahkan kepada Nabi Musa. beliau yang diutus pada sebuah kaum yang ingkar kepada kebesaran Tuhan dan selalu berlaku memusuhi dengan cara yang keji diberikan mukjizat oleh Allah berupa tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan membelah lautan.

Baca Juga: Wow, Super Kaya, Orang Ini Bangun Mushola Super Mewah dan Beri Reward Motor Bagi 60 kuli

Suatu ketika, Nabi Musa dan para pengikutnya terdesak oleh Firaun dan bala tentaranya. saat itu, Nabi Musa hanya memiliki satu pilihan yakni menerobos laut merah untuk menghindari kejaran Firaun dan menyelamatkan keimanan kepada Allah SWT.

Pada saat itulah nama Nabi Musa mendapatkan mukjizat untuk memukulkan tongkatnya ke laut merah yang kemudian membuat larutan tersebut terbelah dan membuat Nabi Musa bersama rombongannya jika melintas dengan selamat.

Baru setelah itu Nabi Musa kembali mendapatkan perintah untuk memukulkan tongkatnya kembali ke laut merah yang kemudian membuat larutan tersebut kembali bersatu dan menenggelamkan pasukan Firaun yang tengah mengejar Nabi Musa bersama kaumnya.

Kisah perjalanan heroik dan penuh dengan tanda-tanda kebesaran Allah SWT tersebut termaktub dalam Alquran maupun dalam Alkitab.

Baca Juga: Bacalah Al-Qur’an, Niscaya Terpelihara dari Segala Kesusahan Dunia Akhirat

Saat ini kejadian diluar nalar tersebut coba untuk dipahami secara ilmiah oleh para ilmuwan modern. Peneliti di Amerika Serikat menyimpulkan kisah Laut Merah yang terbelah seakan memberi jalan bagi Musa itu, bila dilihat dari sisi ilmiah, sangat mungkin terjadi.

Pasalnya, angin timur yang bertiup sepanjang malam bisa mendorong air laut seperti yang dikisahkan dalam Alquran atau Alkitab. Hal itu sebagaimana tergambar melalui riset komputer yang cukup lama.

Menurut simulasi komputer yang mempelajari bagaimana angin mempengaruhi air, memperlihatkan bahwa angin mampu mendorong air kembali pada satu titik sehingga seperti membentuk sungai yang membungkuk untuk menyatu dengan laguna di pesisir.

”Hasil simulasi sangat cocok dengan kisah yang disampaikan dalam Exodus (Keluaran),” ujar Carl Drews dari NCAR, yang memimpin studi ini sebagaimana dilaporkan Pusat Riset Atmosfer Nasional (NCAR) dan Universitas Colorado yang dikutip dari Republika.co.id (18/3/2021).

”Terbelahnya air (laut) dapat dipahami melalui dinamika fluida. Angin menggerakkan air dengan cara yang sesuai dengan hukum-hukum fisika, menciptakan lorong bagi perjalanan yang aman dengan air pada kedua sisinya dan itu memungkinan air untuk tiba-tiba menutup kembali.” imbuh Carl Drews.

Dia bersama rekan-rekannya mempelajari bagaimana badai topan di Samudera Pasifik dapat menggerakkan dan mempengaruhi air samudra yang dalam. Para peneliti itu juga menunjuk satu situs di selatan Laut Mediterania sebagai tempat penyeberangan yang legendaris, dengan model tanah yang memungkinkan terjadinya air laut membelah.

Model ini memerlukan formasi berbentuk huruf U dari Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai.

Alhasil, riset tersebut berhasil menunjukkan bahwa angin dengan kecepatan 63 mil per jam yang terus berhembus selama 12 jam, bisa mendorong air hingga kedalaman 6 kaki (2 meter).

”Ini (menjadi) jembatan tanah sepanjang 3-4 kilometer (2 sampai 2,5 mil) dan luas 5 kilometer (3 mil), dan tetap terbuka selama 4 jam,” tulis Carl Drews dan timnya di jurnal Public Library of Science, PLoS ONE.

”Orang-orang selalu terpesona oleh kisah Exodus (Keluaran), bertanya-tanya apakah itu datang dari fakta-fakta sejarah,” ucap Drews.

”Penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi terpisahnya perairan memang memiliki dasar dalam hukum-hukum fisika.” pungkasnya.

Baca Juga: Cegah Generasi Lemah, MUI Deklarasikan Gerakan Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan

Pos terkait