UAS Komentari Fatwa MUI Terkait Virus Corona

UAS
Penceramah dan Pendakwah Kondang, Ustadz ABdul Somad, LC., MA., (Istimewa)

IDTODAY.CO – Banyak Pakar dan Tokoh mengomentari kebijakan presiden tentang sosial distancing untuk menanggulangi penularan virus Corona di Indonesia. Kebijakan tersebut didukung oleh fatwa MUI yang menyarankan untuk melakukan salat di rumah.

Tak ketinggalan Ustadz Abdul Somad (UAS) ikut bersuara terkait kebijakan yang menjadi polemik di masyarakat tersebut.

Bacaan Lainnya

Ustadz Abdul Somad coba menengahi silang pendapat antara pemerintah dan masyarakat yang mempertanyakan kenapa di saat masjid-masjid ditutup, pusat perbelanjaan dan tempat hiburan dan Bandara tetap beroperasi.

“Bahwa ada sebagian orang mengatakan risau ‘kenapa masjid ditutup, kenapa mal tidak. Kenapa masjid ditutup, kenapa airport tidak. Kenapa masjid ditutup, kenapa bioskop tidak’,” kata UAS  yang diunggahnya di Instagram  sebagaimana dikutip dari Detik.com (21/3/2020)

“Itu tidak serta merta lalu kita berkata ‘kalau gitu masjid jangan ditutup’. Yang tepat itu tidak begitu. Tidak berkerumun di masjid juga tidak berkerumun di mal,” lanjut beliau

UAS menjelaskan bahwa wa-nya jangan sampai meninggalkan salat di masjid karena takut terjangkit virus Corona tapi malah berani jalan-jalan di mall.

Beliau juga menegaskan, sangat mempercayai fatwa MUI dan ulama Mesir terkait instruksi shalat dirumah bagi pasien yang sudah terpapar virus Corona, demi tidak menularkan virus tersebut pada orang lain.

“Saya percaya kepada Majelis Ulama Indonesia dan khusus Mesir, karena saya alumni Al-Azhar,” ungkap Beliau.

Beliau juga menegaskan, sebagai alumni Al Azhar akan selalu mengikuti keputusan dari guru-gurunya selama menuntut ilmu di universitas tersebut.

“Saya sebagai orang awam yang tidak berilmu ikut ulama-ulama dan guru guru kami di Al Azhar yang sudah mengeluarkan keputusan pada tanggal 15 Maret 2020 tentang gugurnya salat Jumat dan salat fardu,” lanjut UAS.

Kemudian beliau juga membandingkan jumlah korban Corona yang ada di Mesir dan Indonesia. “Perlu kita pahami bahwa korban akibat virus corona di Mesir jauh di bawah Indonesia. Coba lihat pengumuman, paling tinggi jauh di atas Cina, setelah itu Italia, setelah itu Iran, kita (Indonesia). Mesir jauh di bawah. Oleh sebab itu Mesir saja langkahnya begitu, apalagi kita. Wallahualam,” pungkas ustadz Abdul Somad. (Detik/Br)

Pos terkait