Ida Fauziah Sidak 2.000 TKA China di Proyek Kereta Cepat

Proyek Kereta Cepat
Foto: Wisma Putra

IDTODAY.CO – Kedatangannya untuk mengetahui apakah ada Informasi yang dia peroleh, saat ini ada

Terdapat informasi sekitar 2.000 pekerja China di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung plus 10 ribu tenaga kerja Indonesia. Untuk mengecek kebenaran kabar tersebut, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah kemarin melakukan inspeksi ke proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

kunjungan tersebut juga dilakukan untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran dalam penggunaan tenaga kerja asing (TKA) China di proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Baca Juga:  Terungkap! Hasil Lab Sebut Nasi Kotak PSI Mengandung Bakteri karena Pengolahan Kurang Higienis

“Ada 2 ribu (pekerja China) sementara tenaga kerja kita ada 10 ribu. Totalnya 12 ribu, 10 ribu dari tenaga kerja Indonesia, kemudian 2 ribunya dari tenaga kerja China, TKA dari China,” kita dia saat berkunjung ke lokasi proyek di kawasan Halim, Jakarta Timur, sebagaimana dikutip dari Detik.com, (28/7/2020).

Dalam pernyataannya, Ida Fauziah menegaskan bahwa penggunaan TKA China dalam proyek tersebut sudah sesuai dengan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang diajukan ke Kemnaker. Menurutnya,  TKA China di proyek tersebut merupakan tenaga kerja dengan skill atau keterampilan tinggi.

Baca Juga:  Beda Dengan Jokowi, Anies Baswedan Lebih Utamakan Membuka Masjid Ketimbang Mall

“Meskipun di lapangan itu membutuhkan keahlian tertentu. Ini kan proyek baru yang pertama kali dikerjakan di Indonesia. Meskipun itu pekerjaan lapangan tapi itu membutuhkan keahlian tertentu. Ini adalah proyek baru. Kereta cepat ini belum pernah dilakukan (dibangun di Indonesia),” jelasnya.

Lebih lanjut, Ida memastikan bahwa tenaga kerja China akan dipulangkan ke negaranya ketika transfer of knowledge atau transfer pengetahuan telah dilakukan. Maksudnya, sumber daya manusia (SDM) Indonesia sudah memiliki keahlian mengoperasikan kereta cepat.[detik/aks/nu]

Baca Juga:  Penghentian Operasi Bus Dari dan Ke Jakarta Dibatalkan Luhut, Anies Menjawab