Jadi Yang Pertama Pantau Corona, Gubernur DKI: Meski Ada Kasus, Tapi Tidak Memiliki Kewenangan Memeriksa

anies baswedan deddy corbuser
Anies Baswedan di studio Deddy Corbuser (Foto: Youtube)

IDTODAY.CO – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta selalu leading dalam mengupayakan kebijakan strategis dan langkah terbaik dalam penanggulangan virus Corona daerah Jakarta.

Anies mengaku telah berupaya menanggulangi virus tersebut sejak belum menjadi pandemi global dan masih bernama pneumonia Wuhan.

Anies Baswedan sangat peka terhadap kemungkinan mewabahnya virus tersebut di DKI Jakarta apabila tidak ditangani secara serius.

Semua yang diupayakan Anies terekam dalam pengakuannya saat menjadi narasumber dalam channel Youtube Deddy Corbuzier yang diunggah pada Sabtu 28 Maret 2020.

Baca Juga:  Anies: Pandemi Ini Momentum Transformasi Guru yang Tak Akrab dengan Teknologi

“Kita langsung menjangkau pelayanan kesehatan di Jakarta 190 rumah sakit, klinik. Kita namanya masih pneumonia Wuhan. Berita tahu kepada semua rumah sakit ini indikasinya, orang-orang potensi seperti apa, baru pulang dari luar negeri, sekarang disebut ODP,” terang Anies sebagaimana dikutip dari Rmol.id (30/3/2020).

Sebagaimana diketahui Anies Baswedan langsung mengadakan rapat pimpinan daerah dengan agenda bahaya penyebaran Corona di DKI Jakarta. Sejak saat itu peran imigrasi dalam mencatat WNA China menjadi pokok perhatian.

Baca Juga:  Pernikahan Putri HRS Besok, Wagub DKI Minta Panitia Siapkan Petugas Protokol COVID

Sejak saat itu semua SKPD diperintahkan menyusun langkah mitigasi dan Pergub khusus penanganan Corona dan ditindaklanjuti dengan surat edaran kewaspadaan Corona dari Dinas Kesehatan setempat.

“Ini sangat serius. Kita pantau terus tiap 2 hari sekali dapat data berapa jumlah ODP berapa PDP datanya makin hari makin naik. Saat itu sudah ada kasus, kita enggak punya kewenangan melakukan pemeriksaan,” tegas Anies.

Baca Juga:  Anies Dianugerahi Gelar Kehormatan dari Masyarakat Betawi

Sambil terus memantau perkembangan, pada 25 Februari 2020, Anies Baswedan juga mengeluarkan Instruksi Gubernur 16/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Covid-19.

Disaat kebersamaan, pemerintah pusat belum mengumumkan adanya kasus Corona di Indonesia. Saat itu, Jokowi menggunakan istilah Indonesia zero corona.

Akan tetapi, sehari setelahnya malah beliau mengumumkan langsung dua kasus corona pertama di Indonesia. selanjutnya, kebijakan demi kebijakan sebagai upaya penanggulangan virus Corona terus dilakukan oleh Anies Baswedan. Diantaranya, Pembentukan Tim Tanggap Covid-19.[rmol/br]